Depan arrow Topik arrow Politik arrow Indonesia Peringkat 79 dalam EPI 2006
Indonesia Peringkat 79 dalam EPI 2006 Cetak E-mail
Rabu, 25 Januari 2006
Buana Katulistiwa - Indonesia menempati peringkat 79 di dunia dalam kemajuan lingkungan, berdasarkan Indeks Kemajuan Lingkungan 2006 (2006 Environmental Performance Index /EPI) yang dibuat oleh tim yang terdiri dari ahli lingkungan pada sekolah lingkungan di Yale University dan Earth Institute di Columbia University.

EPI 2006 akan diluncurkan di Davos, Swiss, dalam World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia) pada 26/1 besok, menempatkan Selandia Baru, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, dan Inggris pada peringkat lima besar. Negara-negara tersebut telah melakukan usaha yang nyata dalam perlindungan lingkungan, yang terlihat realisasinya pada hampir semua kebijakan di berbagai bidang.

Dalam siaran pers yang dilansir Yale University di www.yale.edu/epi, disebutkan bahwa EPI mengidentifikasi sasaran-sasaran setiap negara untuk kemajuan lingkungan dan mengukur seberapa dekat jaraknya dari sasaran tersebut. Indeks ini membuat peringkat 133 negara dengan 16 indikator yang dilacak dalam 6 kategori kebijakan yang telah ditetapkan, yaitu: Kesehatan Lingkungan, Kualitas Udara, Sumber Air, Keragaman Hayati dan Habitat, Sumberdaya Alam Produktif, dan Energi Berkelanjutan. Selanjutnya dikatakan bahwa EPI menyediakan perangkat yang kuat untuk melengkapi pembuatan kebijakan dan meletakkan pembuatan keputusan yang berkenaan dengan lingkungan di atas fondasi analitik yang lebih kokoh.

Penilaian EPI membuat peringkat "peer group" yang menunjukkan bagaimana kemajuan setiap negara dibandingkan dengan negara lainnya dalam menghadapi tantangan lingkungan yang hampir sama. Hal ini memudahkan untuk melacak keberadaan titik tolak setiap negara dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di sekitarnya. Datanya juga mendukung usaha untuk mengenali "praktek terbaik" di lingkungan nyata.

Indonesia menempati cluster 2 bersama-sama negara-negara di Amerika Selatan dan Asia yang relatif masih memiliki sistem alam asli tetapi menunjukkan peningkatan tekanan terhadap sumberdaya. Yaitu negara-negara yang memiliki sistem air yang bagus tapi kualitas udaranya buruk, dan memiliki nilai menengah pada indikator-indikator lainnya.

Dari negara-negara tetangga terdekatnya di cluster yang sama, Indonesia menempati peringkat 79 dengan skor EPI 60,7, di atas Vietnam (99 ? 54,3) namun lebih buruk dari Malaysia (9 ? 83,3), Australia (20 ? 80,1), Filipina (55 ? 69,4), Thailand (61 ? 66,8) dan Sri Lanka (67 ? 64,6). Hal ini antara lain disebabkan karena Indonesia memiliki indeks yang lebih buruk dalam kebijakan-kebijakan mengenai kesehatan dan sumberdaya alam.

Negara-negara di peringkat terakhir - Ethiopia, Mali, Mauritania, Chad and Nigeria - adalah negara-negara tertinggal dengan sedikit kapasitas untuk menanam modal di infrastruktur lingkungan (seperti air minum dan sistem sanitasi) serta sistem peraturan yang lemah.

Amerika Serikat menempati peringkat 28 ? di bawah negara-negara maju lainnya seperti Inggris (5) dan Kanada (8). Nilai ini tak hanya mencerminkan kemajuan dalam isu-isu kesehatan lingkungan, tapi juga mengindikasikan bahwa AS sedang mengalami kemunduran dalam isu-isu kritis seperti energi terbarukan, emisi gas rumahkaca, dan sumber daya air.

EPI 2006 menghasilkan berbagai kesimpulan dan saran kebijakan. Tingkat kemakmuran suatu negara menentukan kualitas lingkungannya. Tapi pada setiap tingkatan perkembangan, beberapa negara meraih hasil yang melebihi kelompoknya, menunjukkan bahwa pilihan kebijakan juga mempengaruhi kemajuan lingkungan.

Indeks ini mengungkapkan bahwa negara-negara dalam semua level perkembangan ekonomi menghadapi tantangan lingkungan yang serius. Negara-negara industri umumnya mengalami penderitaan akibat polusi dan kerusakan ekosistem. Sedangkan negara-negara berkembang harus menghadapi tantangan tambahan dari pengelolaan tekanan-tekanan kesehatan lingkungan seperti penyakit-penyakit asal-air dan polusi udara dalam ruangan.(qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com