Buana Katulistiwa - Berapakah jumlah geografer di Amerika Serikat? Harm de Blij mengatakan hanya 10.000 orang, dan semua punya job bagus. Namun profesor geografi penulis buku "Why Geography Matters" ini mengaku suka susah tidur jika bertanya mengenai disparitas pemahaman geografi keseluruhan orang Amerika dengan China, misalnya. Sejauh mana orang AS mengenal China dibandingkan pengetahuan orang China terhadap geografi AS.
Menurut Harm de Blij, orang Amerika, sepertinya tidak tahu dimana suatu tempat berada. Faktanya, mereka dikenal sebagai "masyarakat dengan budaya yang miskin pemahaman geografi dalam masyarakat dunia".
"Kita berhadapan dengan tantangan geografis," kata de Blij, geografer dan penulis yang berkunjung ke Ellensburg dan Yakima, pekan ini. "Kita agaknya tak melihat pada dunia yang spasial."
Sebagai pembicara tamu dalam seri Yakima Town Hall, de Blij memberikan kuliahnya Rabu (Kamis WIB) di Yakima's Capitol Theather, membahas bagaimana kejadian dunia berkaitan dengan geografi. Pembicaraannya juga membahas buku terakhirnya itu.
"Saya perlu mengatakan bahwa geografi tidak dapat menjelaskan atau menjawab semua masalah di dunia," katanya sebagaimana diberitakan www.yakima-herald.com. Namun dia dapat membantu manusia untuk memahami sejarah dan kejadian terbaru, termasuk membantu memprediksi kejadian dunia.
"Tak perduli pada ladang apa -apakah ekonomi, politik, budaya, militer - peta-peta dapat melakukannya dari sekadar menjelaskan kemana akan pergi," kata de Blij. "Anda tak hanya mengambil peta untuk keperluan perjalanan; Anda mengambil peta untuk menjawab pertanyaan."
Be Blij menggunakan peta-peta untuk menjelaskan berbagai kejadian penting, seperti persoalan yang terjadi di perbatasan dengan Bosnia setelah perpisahan dengan Yugoslavia.
Dia menduga bahwa dunia berhadapan dengan tiga isu kunci, yang dipahami dengan geografi dan peta-peta. Tiga isu itu adalah: perubahan iklim, terorisme dan pertumbuhan kekuatan China.
"Ini membuat saya terjaga pada malam hari berpikir bagaimana asimetriknya pengetahuan kita tentang China dibandingkan dengan pengetahuan mereka atas kita," katanya.
De Blij menjelaskan panjang lebar mengenai sejarah dan sumber daya China - penduduk, akses ke minyak dan Asia Tengah, dan pelabuhan pada samudera terpenting di dunia.
Dia lantas mendukung mahasiswa untuk tekun belajar geografi. Masalahnya, kata dia, di Amerika Serikat sendiri hanya ada 10.000 orang geografer. "Dan tidak ada geografer yang mengganggur."
Dia juga menyarankan agar anak-anak belajar mengenai China dan studi China. Dia memuji Departemen Geografi di Ellensburg's Central Washington University, tempat dimana dia singgah pada Selasa sebelumnya.
"Anda dapat mengambilnya - dan memasukkannya - ke Universitas Harvard, dan hal ini akan membuatnya menjadi universitas yang terbaik," katanya.
De Blij pernah menjadi editor geografi pada program acara "Good Morning America" pada stasiun ABC selama tujuh tahun. Kini dia menjadi analis geografi pada NBC News dan MSNBC dan pada PBS untuk acara "The Power of Geography".
Dia juga mengajar di Michigan State University sebagai Distinguished Professor of Geography. Acara televisi dan karir mengajarnya telah membawa dia ke lebih dari 100 negara. Dia juga menjadi dosen di berbagai tempat di AS dan anggota kehormatan National Geographic Society, dan telah menulis lebih dari 30 buku.
De Blij yang tinggal di Florida dan Massachusetts, tergantung musim, ini juga merupakan kolektor wine (minuman anggur-Red). "Saya biasanya, saat tiba di suatu negara bagian, mencoba wine lokal," katanya. (bj)
Powered by AkoComment! |