|
Buana Katulistiwa-Melalui sebuah pemilihan yang mengejutkan, Asosiasi Geografer Amerika (AAG) melakukan klasifikasi ulang negara-negara di dunia yang banyak diantaranya diklasifikasikan sebagai "negara-negara cebol". Upaya ini mirip seperti yang dilakukan oleh para astronomer yang sebelumnya telah mengklasifikasikan ulang Pluto sebagai "planet cebol" bulan lalu.
"Lihat negara-negara itu hari ini," kata Dr Elijah Kippen, seorang geografer dari Minnesota State University. "Maksudnya, Anda akan mendapatkan sebuah tempat seperti Monaco, dengan area yang kurang dari dua kilometer persegi dan Vatican City? Vatican City? Yang benar saja, ini hanya sebuah kota, bukan negara!"
Lebih dari 200 orang dari lebih 9000 orang anggota AAG memilih untuk mengklasifikasikan berbagai negara dengan luas areal kurang dari 9.629.091 km2 menjadi "dwarf country" (negara cebol). Entah berkaitan atau tidak, luasan ini mendekati luas Amerika Serikat.
"Kami sepakat bahwa inilah waktunya untuk memberikan bagi negara-negara cebol itu berhenti untuk merasa sebagai negara yang sesungguhnya," kata Kippen, "dan ini berkaitan dengan luas yang dekat dengan ukuran Amerika. Kami menggunakan aloritma kompleks untuk menjelaskan ukuran yang sebaiknya bagi sebuah negara. Sejauh ini masih sangat kompleks bagi Anda dan pembaca Anda untuk memahaminya."
Dengan pembatasan dalam skema klasifikasi baru ini, hanya terdapat beberapa negara saja yang tetap bisa mengklaim titelnya sebagai negara, yaitu Rusia, Kanada, China dan AS. Sebanyak 228 negara yang masuk dalam kategori "negara cebol" kini masuk ke dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa Cebol baru (new Dwarf United Nations). Tentunya, tidak seorangpun berharap para geografer ini serius. Yang benar saja, masakan Indonesia harus masuk ke dalam negara-negara ini? (bj)
Powered by AkoComment! |