Buana Katulistiwa-Sebuah kamera dengan sudut pandang yang ketat dan dibuat dengan rapi. Di sana ada Osama bin Laden, orang keduanya Ayman al-Zawahiri dan dua orang pengikutnya yang lain, duduk di atas sebuah tebing yang sulit untuk dikenali, mungkin di suatu tempat sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan. Rekaman video, yang pertama kali disiarkan Aljazeera sebulan setelah peristiwa 9/11 dan menggambarkan pujian bin Laden atas serangan itu, tak menunjukkan sebuah tempat yang pasti mengenai lokasi mereka, sampai kemudian muncul potongan gambar akhir yang sepertinya tidak berarti.
Begitu dia menonton rekaman video itu di CNN, Jack Shroder, seorang ahli geosains pada Universitas Nebraska, Omaha (UNO), mencatat sesuatu ? kamera di-film-kan saat tripot diadukan ke tanah. Gambar yang terbatas sekitar bin Laden sesaat tampak mengayun ke atas, menunjukkan dalam sekilas batuan kristal. ?Saya tahu dimana tempat ini!? teriak Shroder, yang pernah memetakan Afghanistan pada tahun 1970-an, dan merupakan salah seorang pendiri Afghanistan Studies Center di UNO. "Itu adalah range Spin Ghar."
Reaksi terjadi begitu cepat. Setelah Shroder bicara kepada wartawan dimana tempat video itu direkam, pejabat Pemerintah AS menemuinya di Omaha dan memintanya untuk menutupi pendapat kepakarannya. Sementara itu, di University Cincinnati, peneliti geografi Richard Beck rupanya terinspirasi kesimpulan Shroder. Merasa sangat mengenal perbatasan Pakistan karena pernah bekerja dalam ladang eksplorasi pada Amoco, dia mulai memformulasi dugannya mengenai lokasi bin Laden. Setelah seberapa pecan, dia merujuk kemungkinan target pencarian, seperti kompleks gua Zhawar Kili di Afghanistan, kepada militer AS, sebagai sebuah sumbangan geosains AS terhadap perang terror.
Dua orang akademisi bekerja sangat dekat dengan pemerintah bukanlah merupakan pertama kali bagi masyarakat geosains di AS. Pemerintah AS dan ahli geosains (geografi dan geologi) selama beberapa dekade telah menjalin hubungan dengan baik; sejumlah besar ahli geosains bekerja sebagai pejabat pemrintah seperti pada National Geospatial-Intelligence Agency, atau mereka bekerja pada proyek outsourcing untuk menghasilkan uang bagi pemerintah. Jadi bukan hanya Beck dan Shroder saja. Sejumlah geosaintis lain mengembangkan keahlian mereka dalam urusan perang melawan terror.
Pada bulan Januari 2002, Association of American Geographers (AAG) menyelenggarakan workshop untuk mendiskusikan bagaimana anggotanya memberikan bantuan pada bdiang respon tanggap darurat maupun biosecurity. Beck juga ingin melakukan kolaborasi dengan para koleganya. Pada bulan Mei 2003, topik bahasan dalam jurnal AAG, Professional Geographer, dia menjelaskan sukses dan sekaligus frustasi dalam pencarian bin Laden. ?Beberapa sumber informasi digunakan dalam studi ini, beberapa detail metode, dan kesimpulan telah diabaikan? dengan alasan demi keamanan personil Amerika di Afghanistan.
Syarat ini melahirkan berbagai serangan. ?Urusan kami adalah keadilan, keterbukaan dan transparansi,? kata John O?Loughlin, professor geografi pada Universitas Colorado dan juga editor jurnal yang bukan afiliasi AAG, Political Geography. ?Sesuatu yangterkait dengan kekerasan bukan menjadi bagian dari jurnal akademik.?
O'Loughlin menyebut bahwa standar emas bagi publikasi akademis adalah bahwa riset itu replicable dan apa yang dilakukan Beks dirinya tidak menemukan adanya standar. Beck tidak sepakat, dan mengatakan bahwa Shroder tidak secara tepat mengomentasi apa yang dilakukan oleh Beck pada artikel Professional Geographer, November 2005. ?ada bagian dari kerja akademis itu yang fanatic, dan Anda tidak akan pernah dapat memuaskan mereka,? kata Beck.
?Sensor sendiri merupakan hal yang sah dilakukan,? kata Shroder, yang oleh permintaan pemerintah, menhilangkan berbagai bagian sensitif dari website Afghanistan Studies Center setelah 9/11. (ss/atomic scientists/thebulletin.org)
Powered by AkoComment! |