|
Buana Katulistiwa- Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia dan China bertemu di Beijing, Selasa (16/5), untuk membahas program nuklir Iran.
Kedua negara ini memiliki hak veto pada Dewan Keamanan PBB dan menghadang kekuatan Barat untuk memberlakukan resolusi terhadap Iran, negara eksportir minyak terbesar keempat di dunia, atas kegiatan pengayaan uranium.
"Kami sangat berbahagia hari ini menyambut saudara tua kami," kata Menlu China Li Zhaoxing menyambut konterparnya Sergei Lavrov pada awal pertemuan, seperti diberitakan Reuters.
Dia mengatakan keduanya juga akan mempersiapkan pertemuan pada pertemuan puncak Shanghai Cooperation Organization (SCO) pada pertengahan Juni.
Pada pertemuan para Menlu SCO, Selasa, kelompok negara-negara Asia Tengah Soviet yakni Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistan dengan China dan Rusia, bersama-sama bermaksud untuk mencari jawaban atas isu Iran.
Iran mengatakan penolakan segala permintaan untuk menghentikan riset nuklir, yang dikhawatirkan pihak Barat akan dijadikan alat untuk memproduksi senjata. Teheran menyebut, program itu murni hanya untuk membangkitkan listrik.
Uni Eropa mengatakan siap untuk berbagi teknologi nuklir sipil dengan Iran jika Iran menghentikan pengayaan uranium, namun inisiatif ini sepertinya ditolak oleh Teheran. (bj)
Powered by AkoComment! |