|
Buana Katulistiwa- China berencana untuk mengirimkan 12 rig berteknologi tinggi untuk mengebor minyak di perairan Teluk Meksiko, kata seorang pejabat. Hal ini membuat iri perusahaan-perusahaan AS yang dihalangi oleh kebijakan embargo yang mereka lakukan terhadap ekonomi Kuba.
Kuba telah menyusun rencana untuk membuka 36 ladang minyak baru dengan perusahaan-perusahaan China dan Kanada, Sherritt, sekitar empat kilometer dari pantai utara.
Pemerintahan Komunis Kuba yang biasanya sangat menutup informasi mengenai minyak pada pekan ini tampak lebih terbuka. Koran partai, Granma, dalam halaman depannya secara mencolok menampilkan berita mengenai eksplorasi minyak dekat Varadero, timur Havana.
Seperti dikutip AFP, Sebuah sumber diplomatik, Sabtu (12/5) menyebut bahwa perusaahan India ONGC Videsh dan Norwegia, Norsk Hydro akan menggabungkan kekuatan dengan perusahaan Spanyol, Repsol untuk mencari minyak mentah di Teluk Meksiko.
Berita itu muncul begitu pihak AS, akibat harga minyak yang tinggi, menyuarakan kemungkinan rivalitas di perairan Kuba bersamaan dengan keputusan para pembuatan peraturan lingkungan yang memungkinkan hal itu dilakukan, namun sangat tidak mungkin bagi perusahaan AS untuk melakukannya di dekat perairan AS, karena adanya embargo AS yang memaksa mereka keluar dari Kuba.
Di Washington, dua anggota DPR AS, mengusulkan aturan seputar embargo ekonomi AS yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan operasi di perairan Kuba.
"Publik Amerika akan kaget jika negara ini menghadapi krisis energi di dalam neegri, negara-negara seperti China, India, Kanada, Spanyol dan Norwegia kini melakukan eksplorasi dan mengebor 20 mil dari pantai Amerika," kata Senator AS Larry Craig dari Idaho.
Perusahaan-perusahaan AS kemungkinan akan dimungkinkan untuk melakukan berbagai transaksi penting dan dapat melakukan perjalanan dengan tujuan bisnis tanpa lisensi khusus dari Pemerintah AS, kata Craig, yang memberikan keterangan bersama anggota Kongres Jeff Flake dari Arizona.(bj)
Powered by AkoComment! |