Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Bush Tak Persoalkan Pipa Gas Iran ke Pakistan dan India
Bush Tak Persoalkan Pipa Gas Iran ke Pakistan dan India Cetak E-mail
Senin, 06 Maret 2006
PetaBuana Katulistiwa-Presiden AS George W Bush mengatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan pembangunan jalur pipa pasokan gas alam Iran ke India dan Pakistan. Sebuah sinyal perubahan posisi Washington atas proyek yang sejauh ini diangkap kontroversial bagi kalangan AS?

Dalam jumpa pers bersama Presiden Pakistan Pervez Musharraf, Sabtu (4/3), Bush mengaku hanya menaruh perhatian pada persoalan nuklir. Dalam kaitan itu, Bush sepertinya tidak sepakat untuk menjalin kerjasama nuklir dengan Pakistan, padahal sebelumnya telah kerjasama yang sama telah disepakati dengan India dalam kunjungan Bush sebelum ke Pakistan, pekan lalu.

"Perhatian kami dengan Iran bukan soal jalur pipa, tapi fakta bahwa mereka ingin mengembangkan senjata nuklir dan saya percaya senjata nuklir di tangan Iran akan sangat berbahaya bagi kita semua," kata Bush seperti dikutip AFX.

Bush mengatakan, Musharraf telah menjelaskan kepadanya penting bagi Pakistan untuk mengamankan pasokan gas alam ke negara ini untuk menumbuhkan ekonomi negaranya.

"Dia menjelaskan kepada saya situasi gas alam di sini di negara ini. Kami memahami keperluan pasokan gas alam di wilayah ini, hal itu tidak masalah," kata Bush.

Seperti dikabarkan, Pakistan dan India sedang dalam negosiasi dengan Iran untuk harga gas dan struktur proyek. Ketiga negara akan bertemu bulan ini untuk pertama kali untuk finalisasi strategi jalur pipa sepanjang 2.600 kilometer yang akan menelan biaya lebih dari 7 miliar dolar AS.

Meski begitu, mengenai kerja sama nuklir, Bush rupanya lebih senang bekerja sama dengan India daripada Pakistan, negara bertetangga yang juga sama-sama mengembangkan nuklir. Bush sudah mencapai kesepakatan dengan PM India Manmohan Singh sebelum berkunjung ke Pakistan. Dalam perjalanan Bush ke Pakistan ini, kesepakatan yang sama sepertinya tidak berulang lagi.

"Kami mendiskusikan program nuklir sipil dan saya menjelaskan kepadanya bahwa Pakistan dan India merupakan negara yang berbeda dengan keperluan yang berbeda dan sejarah yang berbeda pula," kata Bush.

Bush mengatakan, AS akan membantu untuk keperluan energi Pakistan, sebuah negara sahabat AS dalam perang melawan teror global. (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com