Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Bush Rencanakan Konstruksi Energi Nuklir 2010
Bush Rencanakan Konstruksi Energi Nuklir 2010 Cetak E-mail
Selasa, 21 Pebruari 2006
Buana Katulistiwa - Presiden AS George W Bush yang kembali mengingatkan bahaya seputar ketergantungan pada minyak menyampaikan rencana pembangunan konstruksi energi nuklir AS tahun 2010 mendatang.

"Beberapa negara kini sedang berlomba memperebutkan minyak merupakan negara dengan pemerintahan yang tidak stabil atau memiliki perbebadaan fundamental dengan AS," kata Bush tanpa menyebut nama negara yang dia maksud.

"Negara-negara ini mengetahui bahwa kita memerlukan minyak mereka dan mereka melakukan gerakan untuk menguranginya. Hal ini menciptakan isu keamanan nasional selama kita masih menggantungkan diri pada minyak luar, itu bukanlah diri kita," kata Bush seperti dilansir AFP, Selasa (21/2).

Memberikan contoh Perancis, China dan India, Presiden Bush mendesak program 1,1 miliar dolar AS untuk mempromosikan konstruksi pembangkit energi tenaga nuklir, sesuatu yang sudah tidak dilakukan AS sejak 1970-an.

"Kita harus mulai membangun pusat pembangkit energi nuklir lagi. Saya pikir ini sangat logis untuk dilakukan. Teknologi ini merupakan hal yang dapat kita lakukan dan mengatakan kepada rakyat Amerika bahwa itu semua aman, dan penting," katanya.

Pernyataan Bush ini diberikan ditengah keringkuhan mengenai tudingan program nuklir Iran yang masih menjadi perdebatan menyusul tarik-menarik yang terjadi mengenai gagasan pengayaan uranium nuklir Iran yang diusulkan dilakukan di Rusia. Hingga detik ini, Iran masih bersikukuh bahwa mereka berhak untuk mengembangkan energi nuklir untuk damai.

Bush sendiri, dalam pidato kenegaraannya 31 Januari lalu bulan lalu, juga menyinggung ketergantungan minyak dan impor minyak mentah dari negara-negara yang disebutnya tidak stabil dan "berbeda dengan kita". Dia kemudian meminta riset lebih giat pada etanol, batubara, teknologi matahari dan angin serta nuklir, sehingga dapat mengurangi 75 persen ketergantungan minyak impor dari Timur Tengah. (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com