|
Buana Katulistiwa - Presiden AS George W Bush yang kembali mengingatkan bahaya seputar ketergantungan pada minyak menyampaikan rencana pembangunan konstruksi energi nuklir AS tahun 2010 mendatang.
"Beberapa negara kini sedang berlomba memperebutkan minyak merupakan negara dengan pemerintahan yang tidak stabil atau memiliki perbebadaan fundamental dengan AS," kata Bush tanpa menyebut nama negara yang dia maksud.
"Negara-negara ini mengetahui bahwa kita memerlukan minyak mereka dan mereka melakukan gerakan untuk menguranginya. Hal ini menciptakan isu keamanan nasional selama kita masih menggantungkan diri pada minyak luar, itu bukanlah diri kita," kata Bush seperti dilansir AFP, Selasa (21/2).
Memberikan contoh Perancis, China dan India, Presiden Bush mendesak program 1,1 miliar dolar AS untuk mempromosikan konstruksi pembangkit energi tenaga nuklir, sesuatu yang sudah tidak dilakukan AS sejak 1970-an.
"Kita harus mulai membangun pusat pembangkit energi nuklir lagi. Saya pikir ini sangat logis untuk dilakukan. Teknologi ini merupakan hal yang dapat kita lakukan dan mengatakan kepada rakyat Amerika bahwa itu semua aman, dan penting," katanya.
Pernyataan Bush ini diberikan ditengah keringkuhan mengenai tudingan program nuklir Iran yang masih menjadi perdebatan menyusul tarik-menarik yang terjadi mengenai gagasan pengayaan uranium nuklir Iran yang diusulkan dilakukan di Rusia. Hingga detik ini, Iran masih bersikukuh bahwa mereka berhak untuk mengembangkan energi nuklir untuk damai.
Bush sendiri, dalam pidato kenegaraannya 31 Januari lalu bulan lalu, juga menyinggung ketergantungan minyak dan impor minyak mentah dari negara-negara yang disebutnya tidak stabil dan "berbeda dengan kita". Dia kemudian meminta riset lebih giat pada etanol, batubara, teknologi matahari dan angin serta nuklir, sehingga dapat mengurangi 75 persen ketergantungan minyak impor dari Timur Tengah. (ss)
Powered by AkoComment! |