|
Buana Katulistiwa – Presiden AS George W Bush mencoba untuk membangun dukungan bagi strategi imigrasi yang komprehensif, meskipun pihak kongres telah menangguhkan isu itu untuk sementara ini.
Para pemimpin kongres dari Partai Republik menunda pembahasan proposal imigrasi hingga awal tahun depan, sebagian akibat para pembuat undang-undang memisahkan lingkup persoalan apakah para pekerja asing ilegal yang bekerja di AS akan diijinkan untuk tinggal di AS.
Mencoba untuk menggugah para pembuat undang-undang, presiden, sebagaimana diberitakan AP, Senin (28/11) dijadwalkan meninggalkan rancha-nya di Texas setelah menghabiskan hampir sepekan di sana untuk Thanksgiving, untuk memulai rencana ini di Tucson, Arizona pada hari Senin (Selasa WIB), dan El Paso, Texas pada Selasa (Rabu WIB).
Rencana Bush membuat program pekerja tamu untuk orang asing dengan pemberdayaan keamanan perbatasan, sebuah langkah untuk menyenangkan para pendukung bisnisnya, yang mempercayai pekerja asing membantu ekonomi, dan dukungan kelompok konservatif, yang membuat perlawanan terhadap imigran gelap sebagai sebuah prioritas.
Untuk mengakhiri itu, presiden diharapkan memfokuskan diri pada keamanan perbatasan melalui kedatanganya di Davis-Monthan Air Force di Tucson. Dua hari penekanan ini sebulan setelah Bush meneken anggaran 32 miliar dolar AS untuk keamanan dalam negeri untuk tahun 206 yang mengandung peningkatan perlindungan perbatasan, termasuk 1.000 agen-agen patroli perbatasan. (ss) Powered by AkoComment! |