|
Buana Katulistiwa - Ditengah kunjungan Presiden AS George W Bush ke dua negara bermusuhan India dan Pakistan, pekan ini, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menjambangi Malaysia, yang kini menjadi pimpinan Negara-negara Non-Blok, perkumpulan 100 negara yang tak membatasi anggotanya untuk memiliki nuklir tujuan damai.
Uniknya, jika Bush disambut kemarahan rakyat kedua negara dengan menggelar demo setiap hari, bahkan di Pakistan disambut dengan hantaman bom di dekat Kedubes AS di Pakistan, di Kuala Lumpur, Presiden Iran disambut dengan karpet merah dan rangkulan hangat berbagai pihak.
Kepada pers, Jum'at (3/3) di Kuala Lumpur, pada akhir kunjungannya sejak Rabu di Malaysia, Ahmadinejad menyayangkan bahwa IAEA (International Atomic Energy Agency) telah melakukan langkah politik yang ikut memberikan tekanan kepada negara-negara lain untuk menekan Iran.
"Sangat disayangkan organisasi internasional telah berbelok menjadi organisasi politik dan mengerahkan kekuatannya untuk mempengaruhi kebijakan yang fair dan legal," kata Ahmadinejad.
Pejabat teras Uni Eropa dijadwalkan akan bertemu dengan negosiator nuklir Iran sebelum pertemuan IAEA yang memungkinkan persoalan nuklir Iran dibawa ke Dewan Keamanan PBB untuk melawan Teheran atas ketakutan terhadap bom atom tersembunyi Iran.
Iran ingin pembicaraan mengenai nuklir Iran itu tidak menerima sesuatu apapun yang keluar dari persoalan sebenarnya, kata Presiden Iran.
"Kami tak pernah mencari perlawanan, kami percaya langkah dialog," kata Ahmadinejad, yang dalam perjalanannya kali ini membawa rombongan wartawan Iran dalam jumlah besar.
"Kami siap untuk membahas dan bekerja sama dengan setiap orang, dengan satu pengecualian, yakni rejim Zionis," katanya seperti dilansir Reuters.
Barat, dipimpin AS, mendakwa Iran memiliki rencana pengembangan senjata atom. Iran membantah hal ini, dan menegaskan bahwa nuklir mereka adalah untuk tujuan damai, yaitu bagi pemenuhan energi sipil.
AS sendiri dalam pertemuannya dengan PM India, dikabarkan telah mencapai kemajuan dalam kerja sama nuklir damai. Hal ini sejalan dengan rencana Bush yang diumumkan beberapa pekan lalu bahwa AS akan mengembangkan nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi, dan melepaskan ketergantungan pada minyak.
India dan Pakistan sendiri merupakan salah satu negara pemilik nuklir di luar anggota tetap DK PBB, yang tak mengikuti pakta perjanjian nuklir dunia. (ss) Powered by AkoComment! |