Depan arrow Topik arrow Politik arrow Ahmadinejad: Harga Minyak Masih Terlalu Murah Dari Nilai Sebenarnya
Ahmadinejad: Harga Minyak Masih Terlalu Murah Dari Nilai Sebenarnya Cetak E-mail
Kamis, 20 April 2006
Buana Katulistiwa-Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Rabu (20/4), mulai melakukan manuver baru dengan pertama kali membawa politik minyak ke dalam "perang" pernyataan dengan Barat, dengan menyebut bahwa harga minyak saat ini - yang telah mencapai rekor tertinggi baru- masih tetap lebih rendah dari nilainya yang sesungguhnya.

Dalam sebuah pernyataan yang sepertinya mengagetkan pasar minyak dunia, Presiden Iran juga menyebut negara-negara maju yang tidak memproduksi minyak seperti Iran, diberikan keuntungan lebih banyak dari harga minyak yang tinggi seperti saat ini.

"Harga minyak global belum lagi mencapai nilai sesunggunya. Berbagai jenis produksi dari minyak mentah dijual dengan harga yang berlipat ganda dari minyak yang diproduksi negara penghasil minyak," kata Ahmadinejad seperti dikutip radio Teheran.

"Negara-negara maju merupakan negara yang paling diuntungkan dari pertambahan nilai dari produk minyak," katanya.

Presiden, yang kini sedang bersitegang dengan pihak Barat berkaitan dengan program nuklir Teheran, dipercaya telah menggunakan minyak sebagai senjata, sebuah taktik yang lebih menakutkan dibandingkan isu nuklir.

Harga minyak, Rabu, mencapai angka 72 dolar AS per barel, merupakan harga tertinggi selama beberapa bulan terakhir.

"Pembuatan beragam produk dari minyak mentah menghabiskan biaya lebih dari 10 kali lipat dari harga minyak mentah dari negara produsen minyak," katanya seraya menyebut bahwa harga minyak itu berdasarkan permintaan dan penawaran pasar.

George Orwel, seorang analis pada Petroleum Intelligence Weekly yang berbasis di New York mengatakan, Ahmadinejad kini sedang memainkan kartu minyak untuk melawan berbagai tekanan berkaitan dengan program nuklir Iran.

"Mereka menggunakan minyak sebagai sebuah sepakbola politik. Setiap kali ada isu Iran, pasar minyak selalu bergejolak," katanya dalam sebuah wawancara telepon sebagaimana dikutip AP.

Sejauh ini pihak Iran sudah berungkali menegaskan bahwa program nuklir mereka adalah untuk tujuan damai, bukan untuk persenjataan, namun pihak Barat tidak mempercayainya bahkan menuduh Iran sedang membuat bom nuklir. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com