|
Buana Katulistiwa - Sebuah penelitian menyebutkan satu dari 20 anak di Amerika Serikat (AS) tidak bisa berbahasa Inggris baik tulisan maupun lisan, artinya 11 juta orang dinilai tidak mampu menangani banyak hal setiap hari akibat kesulitan bahasa.
Dari 1992 hingga 2003, berdasarkan studi yang dilakukan lembaga federal AS, seperti dilansir AP, Jum’at (16/12), anak tidak punya kemajuan atas kemampuan mereka membaca kalimat atau memehami bahan-bahan cetak seperti jadwal bus atau aturan-aturan lainnya.
Anak-anak ini kemungkinan lancar berbahasa Spanyol atau bahasa lain namun tidak mampu memahami teks Inggris meskpun untuk tahap mudah.
“Sebelas juta orang tidak mampu membaca dan menulis dalam bahasa Inggris, dan karenanya harus ada langkah pencegahan,” kata Russ Whitehurst, Direktur Institute of Education Sciences, Departemen Pendidikan, AS.
Disebutkan, 30 juta anak-anak memeliki kecakapan “dasar yang rendah”. Kemampuan mereka sangat terbatas yang menggambarkan mereka tak sanggup untuk menanggapi hal yang sederhana, seperti sebuah pengumuman sederhana. Jumlah ini termasuk 7 juta anak-anak tidak bisa berbahasan Inggris tapi dengan pengetahuan yang diujikan. Empat juta sama sekali tidak cukup kemampuan bahasa Inggris.
Sebagai perbandingan, 95 juta anak-anak atau 44 persen dari populasi, memiliki kemampuan perantara, artinya mereka dapat melakukan tantangan aktivitas moderat. Sebagai contoh dapat mengkonsultasikan buku referensi untuk menjelaskan makanan mana yang mengandung vitamin.
The National Assessment of Adult Literacy kini tengah berupaya untuk membuat anak-anak mampu menangani pekerjaannya hingga penghitungan. (ss) Powered by AkoComment! |