Depan arrow Topik arrow Pendidikan arrow Perenang Inggris Catat Rekor Baru Perenang Kutub
Perenang Inggris Catat Rekor Baru Perenang Kutub Cetak E-mail
Kamis, 22 Desember 2005
Buana Katulistiwa - Perenang Inggris, Lewis Pugh, memecahkan dua rekor dunia pekan ini. Pertama, untuk rekor berenang paling ke selatan yang pernah dilakukan di samudera, dan kedua untuk durasi berenang terlama dan tuntas di kutub. Dia bertempur dengan suhu yang diyakini bisa membunuh Anda dalam hitungan menit.

Pada 14 Desember lalu, Pugh berenang satu kilometer di air laut Semenanjung Antartika pada 65 derajat lintang selatan, daerah yang terkenal air paling dingin di dunia, dimana keasinan laut menjadikan temperatur di bawah 0 derajat Celsius. Pugh tidak menggigil. Ketika itu dia mengambil waktu 18 menit dan 10 detik, untuk mempersiapkan efek dari ke air es.

Dua hari setelah itu, menurut jurnal Nature, 20 Desember lalu, Pugh berenang sepanjang satu mil (sekitar 1,5 km) hingga mendekati Deception Island, menghabiskan waktu 30 menit dan 30 detik di atas air- lebih lama dari perenang kutub lainnya. Ahli psikologi dari University of Cape Town, Afrika Selatan, yang menyertai Pugh dalam perjalanan itu mengatakan, “Saya tidak bisa percaya ini (air dingin) memungkinkan untuk berenang selama 30 menit hanya dengan batang Speedo,” katanya.

“Orang normal kemungkinan tewas hanya semenit karena reflek shock dingin,” kata James Butcher dari jurnal kesehatan, The Lancet1, yang memberikan catatan rekor Pugh. Kurang dari semenit setelah memasuki air, paru-paru akan mengalami konstriksi, menyebabkan orang yang tidak berpengalaman menjadi hiperventilasi, dengan 60 hembusan nafas per menit. Rata-rata tekanan jantung dan darah juga meningkat begitu jantung yang panik merespon shock itu.

Pugh sendiri mengatakan seluruh tubuhnya terasa sakit sepanjang dia berenang.

Michael Tipton dari University of Portsmouth berpendapat, Pugh dibantu oleh apa yang disebut Noakes sebagai “anticipatory thermogenesis”. Begitu air dingin cukup mempengaruhi tubuhnya hingga mencapai 38 derajat Celcius, hal itu memberikannya kekuatan untuk memulai perlawanan. Menurut dia, Pugh telah menunjukkan respon fight-or-flight yang sangat baik.

“Persoalan mental berdampak pada respon fisik,” kata Tipton. Hal yang sama terjadi pada skala kecil ketika orang berupaya untuk berbicara, begitu tubuhnya mengeluarkan hormon yang tertetekan dan meningkatkan rata-rata metabolisme.

Jika berada di atas air, cara terbaik untuk mempersiapkan panas tubuh adalah menghasilkan banyak gerakan saat berenang, jangan dibiarkan tinggal diam.

Menurut ahli, ketahanan berenang tergantung pada dua hal yaitu fat dan fit. Kaum wanita tampaknya dapat berlaku lebih baik dari pria dalam melakukan renang di luar ruangan, karena umumnya mereka memiliki banyak lemak meliputi kaki dan lengan tangan yang membuat mereka lebih terlindungi lebih baik. Ini sangat baik sepanjang melakukan renang, saat darah dipompa ke kaki dan lengan sehingga mampu mengakselerasi kehilangan panas tubuhnya. Rekor ketahanan berenang untuk renang kutub dipegang oleh wanita AS, Lynne Cox, yang menunjukkan sukses karena 36 persen lemak tubuhnya (kebanyakan wanita memiliki presentase 20).

Namun begitu, pria dan wanita kurus dapat juga mengambil tantangan ini asal mereka fit. “Jika Anda melihat perenang yang kurus, tantangannya adalah mereka benar-benar cepat,” kata Tipton. Pugh termasuk dalam kategori ini. Disamping rekor yang ada sekarang, dia juga perenang tercepat yang mengelilingi Robben Island, Afrika Selatan, hanya dengan waktu tiga jam 42 menit pada tahun 2004. (ss)

--
Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com