Depan arrow Topik arrow Pendidikan arrow Mengenal Geografer Muslim Abad 8 Hingga 14 M
Mengenal Geografer Muslim Abad 8 Hingga 14 M Cetak E-mail
Rabu, 11 Januari 2006
Buana Katulistiwa - Selain nama Al-Idrisi, penemu bola bumi itu, mungkin hanya sedikit yang mengenal siapa saja ahli geografi yang sedikit banyak telah memberikan sumbangan bagi kamajuan ilmu geografi. Mereka hidup dan berkarya sepanjang abad 8 hingga 14 Masehi. Siapa saja mereka?

Berikut adalah belasan nama geografer dari deretan nama ilmuwan yang diberikan oleh Habib Siddiqui dalam artikelnya di Al-Jazeerah, 7 Januari 2006 lalu, yang ia kutip berdasarkan referensi dari "Hamed Abdel-Reheem Ead, Professor Kimia pada Fakultas Sains, Universitas Kairo, Giza Mesir lihat www.frcu.eun.eg/www/universities /html/shc/index.htm ; Lihat juga buku1"100 Muslim Scientists" oleh Abdur Rahman Sharif, Al-Khoui Pub., N.Y; Muslim Contribution to Science by Muhammad R. Mirza and Muhammad Iqbal Siddiqi, Chicago: Kazi Publications, 1986).

  • 816- Al Balkhi
  • 873 (died) - Al-Kindi
  • 934 - al Istakhr II
  • 943 - Ibn Hawqal
  • 958 (died) ? Abul Hasan Ali al-Mas'udi
  • 1001 - Ibn Wardi
  • 1099 - Al-Idrisi (Dreses)
  • 1162 - Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq
  • 1236 - Kutb Aldeen Al-Shirazi
  • 1262 (died) - Al-Hassan Al-Murarakishi
  • 1273-1331 - Al-Fida (Abdulfeda)

Al Balkhi memberikan sumbangan cukup besar dalam pemetaan dunia. Al Kindi, selain terkenal sebagai ahli oseanografi, dia juga multi talen, sebagai ahli fisika, optik, metalurgi, bahkan filosofi. Al Istakhr II dan Ibn Hawqal juga memberikan kontribusi besar dalam pemetaan dunia, Abul Hasan Ali al-Mas'udi juga terkenal sebagai ahli geografu sejarah. Al-Idrisi, seperti diketahui merupakan ahli geografi kesohor pada zamannya, yang juga dikenal sebagai ahli zoologi.

Al Baghdadi, Abdul-Leteef Mawaffaq selain pakar geografi juga merupakan ahli pengobaan. Kutb Aldeen Al-Shirazi juga dikenal sebagai ahli astronomi. Al-Hassan Al-Murarakishi selain ahli geografi juga dikenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Sedangkan Al-Fida (Abdulfeda) juga diakui keahliannya dalam bidang astronomi.

Dalam tulisan berjudul "Seeking Knowledge: Our National Imperative" di Al-Jazeerah itu, Habib Siddiqui mengutip sebuah kisah yang sangat menarik tentang hubungan antara dunia Islam dengan sains.

Suatu ketika Abu Rayhan al-Biruni yang dikenal sebagai ilmuwan besar, ahli fisika, astronomi, sosiologi, bahasa, sejarah dan matematik, saat menjelang ajalnya dikunjungi oleh tetangganya. Ketika itu Abu Rayhan mengajukan beberapa pertanyaan yang sangat menarik, yang tentu saja mengagetkan tetangganya itu sebab kondisi Abu Rayhan yang sedang sekarat.

Abu Rayhan berkata, "Saya ingin bertanya padamu: yang manakah yang paling baik, mati dengan ilmu pengetahuan atau mati tanpanya?"

Pria itu menjawab, "Tentu saja, yang paling baik adalah mengetahui dan kemudian mati."

Abu Rayhan berkata lagi, "Itu sebabnya aku mengajukan pertanyaan pertamaku tadi."

Tak lama setelah tetangga itu sampai di rumahnya, isak tangis yang terdengar dari rumah Abu Rayhan menjadi petunjuk bahwa Abu Rayhan sudah meninggal. (ss)

Komentar
geografer muslim Indonesia
Oleh aulin pada 2006-01-16 22:37:18
Bagaiamana dengan geografer muslim Indonesia, paling tidak harus membuat semacam asosiasi yang natinya akan berguna bagi bangsa dan negara
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com