|
Buana Katulistiwa - Selain nama Al-Idrisi, penemu bola bumi itu,
mungkin hanya sedikit yang mengenal siapa saja ahli geografi yang
sedikit banyak telah memberikan sumbangan bagi kamajuan ilmu geografi.
Mereka hidup dan berkarya sepanjang abad 8 hingga 14 Masehi. Siapa
saja mereka?
Berikut adalah belasan nama geografer dari deretan nama ilmuwan yang
diberikan oleh Habib Siddiqui dalam artikelnya di Al-Jazeerah, 7
Januari 2006 lalu, yang ia kutip berdasarkan referensi dari "Hamed
Abdel-Reheem Ead, Professor Kimia pada Fakultas Sains, Universitas
Kairo, Giza Mesir lihat www.frcu.eun.eg/www/universities
/html/shc/index.htm ; Lihat juga buku1"100 Muslim Scientists" oleh
Abdur Rahman Sharif, Al-Khoui Pub., N.Y; Muslim Contribution to
Science by Muhammad R. Mirza and Muhammad Iqbal Siddiqi, Chicago:
Kazi Publications, 1986).
- 816- Al Balkhi
- 873 (died) - Al-Kindi
- 934 - al Istakhr II
- 943 - Ibn Hawqal
- 958 (died) ? Abul Hasan Ali al-Mas'udi
- 1001 - Ibn Wardi
- 1099 - Al-Idrisi (Dreses)
- 1162 - Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq
- 1236 - Kutb Aldeen Al-Shirazi
- 1262 (died) - Al-Hassan Al-Murarakishi
- 1273-1331 - Al-Fida (Abdulfeda)
Al Balkhi memberikan sumbangan cukup besar dalam pemetaan dunia. Al
Kindi, selain terkenal sebagai ahli oseanografi, dia juga multi talen,
sebagai ahli fisika, optik, metalurgi, bahkan filosofi. Al Istakhr II
dan Ibn Hawqal juga memberikan kontribusi besar dalam pemetaan dunia,
Abul Hasan Ali al-Mas'udi juga terkenal sebagai ahli geografu sejarah.
Al-Idrisi, seperti diketahui merupakan ahli geografi kesohor pada
zamannya, yang juga dikenal sebagai ahli zoologi.
Al Baghdadi, Abdul-Leteef Mawaffaq selain pakar geografi juga
merupakan ahli pengobaan. Kutb Aldeen Al-Shirazi juga dikenal sebagai
ahli astronomi. Al-Hassan Al-Murarakishi selain ahli geografi juga
dikenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Sedangkan Al-Fida
(Abdulfeda) juga diakui keahliannya dalam bidang astronomi.
Dalam tulisan berjudul "Seeking Knowledge: Our National Imperative" di
Al-Jazeerah itu, Habib Siddiqui mengutip sebuah kisah yang sangat
menarik tentang hubungan antara dunia Islam dengan sains.
Suatu ketika Abu Rayhan al-Biruni yang dikenal sebagai ilmuwan besar,
ahli fisika, astronomi, sosiologi, bahasa, sejarah dan matematik, saat
menjelang ajalnya dikunjungi oleh tetangganya. Ketika itu Abu Rayhan
mengajukan beberapa pertanyaan yang sangat menarik, yang tentu saja
mengagetkan tetangganya itu sebab kondisi Abu Rayhan yang sedang
sekarat.
Abu Rayhan berkata, "Saya ingin bertanya padamu: yang manakah yang
paling baik, mati dengan ilmu pengetahuan atau mati tanpanya?"
Pria itu menjawab, "Tentu saja, yang paling baik adalah mengetahui dan
kemudian mati."
Abu Rayhan berkata lagi, "Itu sebabnya aku mengajukan pertanyaan
pertamaku tadi."
Tak lama setelah tetangga itu sampai di rumahnya, isak tangis yang
terdengar dari rumah Abu Rayhan menjadi petunjuk bahwa Abu Rayhan
sudah meninggal. (ss)
Powered by AkoComment! |