|
Buana Katulistiwa - Albert Einstein boleh saja membuat berbagai temuan terkait nuklir dan tenaga matahari, laser dan penjelasan fisik mengenai ruang dan waktu, tapi Sir Isaac Newton memberikan kontribusi dalam bidang sains dan kemanusiaan, begitu hasil sebuah jajak pendapat.
Newton, saintis Inggris abad 17 lebih dikenal dengan penjelasannya tentang hukum grativitas dan gerak, mengalahkan Einstein dalam dua jajak pendapat yang dilakukan akademi sains yang berbasis di London, Royal Society.
Seperti dilansri AFP, Kamis (24/11), lebih dari 1.300 orang masyarakat umum dan 345 orang saintis Royal Society secara terpisah ditanyakan yang mana tokoh sainstis terkenal dengan kontribusi terbesar bagi sains, memberikan pengaruh bagi dunia pengetahuan hingga saat ini, dan siapa yang memberikan kontribusi paling positif bagi kemanusiaan.
Newton menjadi pemenang jumlah seluruhan, meskipun dia hanya terpaut 0,2 persen poin (50,1 persen dan 49,9 persen) dibandingkan saintis kelahiran Jerman, Einstein dalam jajak pendapat umum pada pertanyaan siapa pemberi kontribusi terbesar bagi kemanusiaan.
Margin terbesar antara saintis: 60,9 persen untuk Newton dan 39,1 persen untuk Einstein. Hasil ini diumumkan dalam debat “Einstein vs Newton” pada Rabu sore.
“Banyak orang menyebut bahwa perbedaan Newton dan Einstein adalah seperti perbedaan apel dan jeruk, tapi apa yang sesungguhnya orang-orang menghargai keduanya dan pengaruh mereka pada dunia,” kata Presiden Royal Society Lord Peter May.
Kelompok saintis pro Newton berpendapat Newton memimpin transisi era supertisi dan dogma ke metode sains modern. Kerja terbesar dia, “Principia Mathemativa”, menunjukkan bahwa gravitas merupakan kekuatan universal yang diaplikasikan kepada semua objek di jagat raya, akhirnya membawa kepada hukum gerak yang berbeda-beda untuk objek Bumi dan akhirat.
Para pendukung Einstein menitik beratkan pada teori relativitas yang terbalik dari keyakinan Newton dalam hal ruang dan waktu, dan membawa kepada teoiri penciptaan jagat raya, black holes dan parallel universes. Dia juga membuktikan secara matematis bahwa atom eksis dan cahaya dibuat oleh partikel yang disebut “photon”, yang menjadi dasar teori bom nuklir dan tenaga surya. (ss) Powered by AkoComment! |