|
Buana Katulistiwa - Indonesia mengirimkan tim peneliti ke Antartika yang akan melakukan penelitian hewan mamalia di sana. Penelitian yang dilakukan bersama Australian Antarctic Division (AAD) dengan peneliti-peneliti dunia dalam Antarctic Voyage 3 yang akan berlangsung dari tanggal 2 Januari - 17 Maret 2006.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Aji Sularso, di Jakarta, Senin (26/12), pengiriman ini merupakan keenam kalinya sejak tahun 1996, yang kemudian berlanjut ke tahun 2002, 2003, 2004 serta 2005.
Dua peneliti muda Indonesia yang ikut dalam ekspedisi ini adalah Agustinus Anung Widodo dari Pusat Riset Perikanan Tangkap, DKP dan Dharma Arif Nugroho dari Pusat Penelitian Oseanografi, LIPI, dengan Koordinator Teknis Tim Ekspedisi Indonesia Dr Irsan S Brodjonegoro (BRKP-DKP), yang akan mendampingi seluruh kegiatan hingga keberangkatan mereka ke Antartika. Mereka akan meninggalkan Indonesia menuju Pert, Australia, 29 Desember 2005.
Selanjutnya pada 2 Januari 2006, tim yang sebanyak 50 peneliti dari berbagai negara itu berangkat dari Fremantle, Australia menuju Benua Antartika dengan menggunakan kapal riset RV (Research Vessel) Aurora Australis yang dilengkapi dengan Pemecah Es (Ice Breaker).
Ekspedisi Voyage 3 dipimpin Dr. Stephen Nicol, ahli Biologi Laut, di bawah Chief Scientist Prof Michael Stoddart (AAD). Riset tentang mamalia laut diprakarsai oleh CCAMLR (Commission for Conservation of Antarctic Marine Living Resourses), Komisi Perburuan Paus Internasional (the International Whaling Commission) dengan tujuan jangka panjang mendefinisikan bagaimana variabilitas spasial dan temporal pada lingkungan fisik dan biologi mempengaruhi spesies mamalia laut.
Hal ini, menurut Aji Sularso, untuk mengetahui perubahan distribusi, ketersediaan, struktur stok, serta luasan dan waktu migrasi dan kesesuaiannya sehingga dapat diprediksi dengan baik. (bj)
Powered by AkoComment! |