Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Guru Geografi "Dihukum" Karena Menolak Turunkan Tiga Bendera Asing
Guru Geografi "Dihukum" Karena Menolak Turunkan Tiga Bendera Asing Cetak E-mail
Kamis, 31 Agustus 2006
Buana Katulistiwa- Eric Hamlin, seorang guru geografi pada Carmody Middle School, Colodaro, Amerika Serikat (AS) terpaksa ditunda pembayaran gajinya karena dia menolak untuk menurutnkan tiga bendera asing yang dipasang di dalam kelasnya.

Eric Hamlin mengatakan bendera China, Meksiko dan PBB sangat relevan dengan dasar-dasar geografi yang diajarkannya sepanjang minggu pertama dalam enam pekan semeester ini. Dia juga menggunakan metode pemasangan bendera seperti ini dalam kebanyakan pengajaran selama lima tahun di Jefferson County.

Seperti dikutip dari Rocky Mountain News, 23 Agustus lalu, Kepala Sekolah John Schalk menahannya dari gedung sekolah sebelum kelas dimulai. Dia membawa surat yang menyebut bahwa dirinya sedang diselidiki dan memperingatkan dia untuk menjauhi properti sekolah.

Juru Bicara Jeffco Public School Lynn Setzer mengatakan bahwa Schalk meyakini bahwa Hamlin melangar hukum negara bagian dengan memasang bendera-bendera asing di fasilitas publik.

Schalk menginterpretasikan bahwa hukum hanya memungkinkan bendera asing sebagai bagian dari sebuah pelajaran yang spesifik, namun bukan untuk durasi cukup lama yaitu enam pekan.

Hamlin sendiri memiliki lebih dari 50 bendera yang digunakannya pelajaran sepanjang tahun. Dia meminta pelajar untuk mempertimbangkan simbol dari negara-negara yang berbeda sesuai dengan bendera mereka, seperti bintang dan garis pada bendera Amerika Serikat.

Menariknya begitu berita ini juga dilansir geography.about.com, berbagai tanggapan pun muncul, umumnya mencibir langkah yang dilakukan terhadap guru geografi ini.

Seorang bernama Craig, dalam tanggapan yang diposting 27 Agustus menulis, "Apa pendapat Anda jika guru di China memasang bendera Amerika di ruang kelas mereka, lalu dikatakan untuk menurunkannya?". Seorang guru yang mengaku berada di Singapura, menulis "Dalam peringatan Hari PBB tahun lalu, siswa saya menggambar bendera-bendera dari 90 negara," katanya.

Seorang benama Andrea dengan keras malah meminta Kepala John Schalk untuk membuka matanya. "Kita hidup dalam masyarakat global yang selalu berubah. Anak-anak kita belajar mengenai dunia di sekitar mereka...". Komentar lain datang dari Ian Coppell, yang rupanya menanggapi Rebecca, "Rebecca, kejadian ini mengingatkan saya pada komentator Olimpiade beberapa tahun lalu, yang mengatakan, "Dan inilah tim Kanada, dengan bendera yang keliru yang menyertainya."

Valdecir Melo, yang mengaku seorang warga Brazil, yang kadang-kadang tinggal di Amerika Serikat, menulis dengan keras, "Kukira ini adalah aksi yang bodoh! Jika AS memikirkan dirinya sebagai bangsa yang demokratis, mereka seharusnya membiarkan masyarakatnya untuk mengekspresikan keinginan mereka dengan bebas. Memasang bendera-bendera negara lain merupakan juga bukti adanya persahabatan."(bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com