Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow GIS untuk Ajarkan Siswa Sekolah Berpikir Secara Keruangan
GIS untuk Ajarkan Siswa Sekolah Berpikir Secara Keruangan Cetak E-mail
Kamis, 16 Pebruari 2006
Buana Katulistiwa - Berpikir secara keruangan nampaknya sudah menjadi perhatian serius ilmuwan AS. Dewan Riset Nasional (NRC) AS belum lama ini telah mengeluarkan laporannya yang mendorong para pendidik untuk mengajarkan para siswa sekolah berpikir secara keruangan (think spatially), dan menggunakan sistem informasi geografis (GIS).

GIS sebenarnya didesain untuk digunakan oleh para ilmuwan dan peneliti, sehingga terlalu kompleks dan rumit untuk dipergunakan di dalam kelas. Oleh karenanya, NRC mendorong para pengembang software GIS yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan siswa dan guru sekolah dasar dan lanjutan di AS.

Seperti dilansir Universitas Northwestern, Selasa (14/2), tim peneliti dari universitas tersebut mengaku bahwa sebenarnya mereka telah mengembangkan software semacam itu. "Lima tahun yang lalu, kami menyadari dibutuhkan software GIS yang ramah siswa," kata Daniel Edelson, dosen ilmu pendidikan dan komputer. Timnya menciptakan My World GIS, sistem informasi geografis yang mempermudah para siswa untuk menggunakan sekumpulan data besar untuk menelaah fenomena sains lingkungan dan kebumian seperti halnya dilakukan para ilmuwan profesional.

Image
Tampilan My World (sumber:myworldgis.com)

"Kelebihan software My World adalah memungkinkan siswa mulai dari tingkat menengah untuk memvisualisasi dan menganalisa data geografis yang sebenarnya," ungkap Edelson yang juga menjabat sebagai direktur Geographic Data in Education Initiative (GEODE) di Northwestern. Sejak dipublikasikan pada 2004, My World telah digunakan di berbagai sekolah di AS.

Dalam kurikulum tektonik lempeng yang dikembangkan oleh GEODE, My World memberikan siswa kemampuan untuk membuat peta dinamik dengan menggunakan hingga sebanyak 100.000 data titik yang menunjukkan gempa bumi, gunung berapi, ketinggian, dan kedalaman laut. Para siswa menganalisa data tersebut untuk menjelaskan asal dari berbagai struktur bumi yang berbeda, memetakan batas-batas tektonik dan menentukan arah pergerakan lempeng.

Edelson bersama rekan dari GEODE saat ini tengah menyelidiki hipotesa bahwa menggunakan GIS untuk menampilkan data dalam jumlah yang besar tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun kemampuan logika keruangannya, akan tetapi juga memungkinkan mereka untuk menggunakan kemampuan tersebut untuk mempelajari pengetahuan umum dan muatan geografi. (qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com