|
Buana Katulistiwa - Departemen Geografi pada Universitas Filipina melakukan sebuah survei terhadap 100 orang mahasiswa mereka mengenai siapa geografer paling terkenal menurut mereka. Hasilnya mereka pun memperoleh 10 nama geografer asing dan empat nama geografer Filipina. Siapa mereka?
Sebagaimana dilansir situs resmi Universitas Filipina, 10 nama geografer asing yang paling terkenal berdasarkan hasil survei itu adalah pada urutan pertama adalah Carl Sauer, urutan kedua Paul Vidal de la Blache, kemudian Walter Christaller (3), Paul Knox (4), Yi-Fu Tuan (5), Lily Kong (6), Alexander Von Humboldt (7), Frederick Wernstedt (8), Harm de Blij (9), David Harvey (10).
Sedangkan empat nama geografer paling terkenal yang berasal dari Filipina adalah Telesforo Luna (1), Domingo Salita (2), Jose Feliciano (3), Dominador Rosel (4).
Berdasarkan survei ini juga diketahui bahwa geografi manusia merupakan mata pelajaran yang paling digemari diantara mahasiswa geografi di Universitas Filipina. Faktanya, mayoritas thesis dan skripsi adalah geografi manusia dan budaya. Ini barangkali disebabkan orientasi kuat fakultas geografi adalah pada studi lingkungan manusia dan budaya.
Geografi di Filipina juga menekankan identitas sebagai bagian dari yang terpisah dari geologi, sehingga mengapa penelitian geografi jauh dari batas studi geologi-fisiografi. Ini menjelaskan mengapa geografi fisik tertinggal daripada geografi manusia yang menjadi minat para mahasiswa.
Carl Sauer, warga Amerika, dipilih sebagai "Geografer Paling Terkenal" di kalangan mahasiswa Universitas Filipina di Diliman. Sauer terbaik dari 30 nama geografer yang terdapat dalam list yang ada.
Lahir dari orang tua yang berlatar belakang Jerman, Carl Sauer bekerja sebagai profesor geografi pada University of California Berkeley selama lebih dari 50 tahun. Di UC Berkeley, Sauer membangun lulusan sekolah dan karir yang memiliki pengaruh besar bagi generasi geografer. Sauer berupaya menggabungkan area geografi fisik dan manusia melalui sebuah metodologi penting bersejarah. Sauer mendukung aktivitas manusia yang ramah lingkungan, dengan penekanan pada kultur budaya pedesaan sebagai contohnya. Dia dikenal luas atas perluasan penelitian lanskap kultural- segmen permukaan bumi yang menunjukkan aktivitas manusia.
Di posisi kedua adalah geografer Perancis, Paul Vidal de la Blache adalah Bapak Geografi Manusia Perancis. Dia memperoleh pendidikan di ?cole Normale Sup?rieure, Paris, dan memiliki minat pada sejarah dan geografi. Dia mengajar geografi di Nancy dan Paris, dan anggota Facult? des Lettres. Dia juga pendiri dan editor dari Annales de g?ographie. Vidal merupakan sarjana pertama yang mengungkapkan gagasan adanya interrelasi antara lingkungan alam dan aktivitas manusia. Dia menekankan gambaran kondisi manusia dalam hubungan pandangan fisik dan lingkungannya.
Walter Christaller yang menempati posisi ketiga adalah geografer Jerman yang memperkenalkan metode kuantitatif dan statistik untuk pertama kalinya kepada geografi. Pada usia 30 tahun, dia belajar geografi agraria dan perencanaan kota di Jerman Selatan. Dia terkenal dengan Central Place Theory, sebuah teori yang menjelaskan persebaran spasial dan dimensi pusat kota. Dalam teori ini, Christaller mengklaim bahwa aturan kota besar dan kota kecil berkaitan dalam region, suplai kebutuhan dan jasa. Dia menulis buku yang sangat terkenal "The Central Places in South Germany" pada 1933, yang meskipun mendapat banyak kritik namun menjadi referensi yang penting dalam dunia geografi.
Paul Knox, adalah dekan pada College of Architecture and Urban Studies pada Virginia Technological Institute di Amerika Serikat. Pengajarannya berpusat pada pembangunan kota dan regional, dengan studi komparatif. Dia menulis beberapa buku yang berkait dengan aspek geografi ekonomi, geografi sosial dan urbanisasi. Knox merupakan co-editor sebuah jurnal internasional, Environment & Planning, dan juga pada World Cities, dan dalam beberapa jurnal lainnya.
Telesforo W Luna, Jr merupakan satu pionir dunia geografi di Filipina. Dia menyelesaikan Bachelor's degree pada Foreign Service University of the Philippines-Diliman tahun 1953 dan menyelesaikan MA (Physical Geography) dan PhD (Economic and Urban Geography) di Clark University, Amerika Serikat pada usia 25 tahun. Dia kemudian menyelesaikan doktor pada Demography as a Population Council Fellow di Pennsylvania State University. Telesforo W Luna Jr melayani lebih dari 40 tahun di Universitas Filipina dan menjadi tokoh pengabdi terlama di Departemen Geografi. Dia menulis penelitian konservasi sumber daya dan manajemen, fisiografi, geografi kota, dan geografi ekonomi. (bj) Powered by AkoComment! |