Depan Artikel Berita Dunia Mengenal Geografer Jerman, Carl Ritter
|
Mengenal Geografer Jerman, Carl Ritter |
|
|
|
Senin, 18 April 2005 |
Buana Katulistiwa- Geografer Jerman, Carl Ritter, sering dihubungkan dengan Alexander von Humboldt sebagai salah satu penemu geografi modern. Tetapi, kontribusi Ritter terhadap disiplin ilmu geografi modern dapat dikatakan kurang begitu berarti dibandingkan kontribusi yang diberikan oleh von Humboldt, contohnya seperti catatan kerja Ritter yang berasal dari pengamatan ilmuwan lainnya.
Lahir di Quedlinburg, Jerman tanggal 7 Agustus 1779, 10 tahun setelah kelahiran von Humboldt, Ritter adalah satu dari enam anak seorang dokter yang sangat dihormati, F.W. Ritter. Ketika berusia dua tahun, ayah Ritter wafat, dan Ritter dimasukkan ke Schnepfenthal institution, sebuah sekolah memfokuskan studi tentang alam. Pengalaman ini lah yang akhirnya mempengaruhi perjalanan hidup Ritter. Ketika berusia lima tahun, Ritter mendapatkan kesempatan terlibat dalam percobaan baru di sekolahnya yang pada akhirnya menemukan dirinya dengan beberapa pemikir terkenal di kala itu. Di usia anak-anaknya, Ritter diajar oleh seorang geografer, J.C.F. Gutmuths, belajar mengenai hubungan antara manusia dengan lingkungannya.
Di usia 16 tahun, Ritter menyelesaikan sekolahnya . Pada masa itu, ia berkenalan dengan seorang bankir kaya raya dari Frankfurt yang bernama Bethmann Hollweg. Hollweg meminta Ritter untuk mengajarkan anaknya. Tetapi, tak lama kemudian ia harus melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Ritter memulai tugas mengajarnya pada tahun 1798 dan terus berlanjut selama 15 tahun. Ritter menjadi geografer dengan belajar mengamati lingkungan di sekitarnya. Dia juga ahli membuat sketsa bentang alam. Ritter mempelajari bahasa Yunani dan Latin sehingga ia mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi tentang dunia. Penjelajahan dan pengamatan langsung Ritter hanya sebatas di Eropa dia bukan seorang penjelajah seperti Humboldt.
Dari tahun 1813 sampai tahun 1816 Ritter mempelajari geografi, sejarah, pedagogi, fisika, kimia, mineralogi, dan tanamam di Universitas Gottingen sambil terus mengajar murid-muridnya.
Tulisan ilmiah geografi pertama Ritter (mengenai keadaan geografi Eropa) terbit pada tahun 1804, ketika ia menginjak usia ke-25. Pada tahun 1811, dia menerbitkan volume ke-dua mengenai geografi Eropa.Volume pertama mengenai kerja keseluruhan Ritter yang berjudul Die Erdkunde (bahasa Jerman dari 'geografi') diterbitkan pada tahun 1817. Ritter telah menerbitkan 19 volume (terdiri lebih dari 20.000 halaman) mengenai geografi dunia. Dalam tulisannya, Ritter sering membahas tentang Teologi untuk menggambarkan bahwa bumi dengan segala keberadaannya ini merupakan bukti dari rencana Tuhan.
Pada tahun 1819 Ritter menjadi Profesor Sejarah di Universitas Frankfurt. Tahun berikutnya, ia menjadi ketua ikatan Geografi di Jerman, di Universitas Berlin dan memberi kuliah di perguruan tinggi militer. Walaupun tulisan Ritter tidak jelas dan sulit untuk dimengerti, kuliahnya sangat menarik dan cukup terkenal. Hal ini dibuktikan dengan hampir selalu penuhnya kelas dimana ia memberikan kuliahnya. Sambil mendirikan beberapa perkumpulan, seperti mendirikan Berlin Geographical Society, Ritter melanjutkan pekerjaannya dan mengajar di University of Berlin sampai akhir hayatnya. Salah satu murid dan pendukung setia Ritter yang terkenal adalah Arnold Guyot, seorang profesor geografi fisik dan geologi di Princeton dari tahun 1854 sampai 1880.
Tulisannya yang berjudul Die Erdkund im Verh?ltniss zur Natur und zur Geschichte des Menschen dapat diartikan 'Ilmu Bumi dan Hubungannya dengan Alam dan Sejarah Manusia', ditulis tahun 1817-1859. Sayang sekali, tulisan Ritter yang ditulis dengan panjang lebar ini belum selesai karena sang penulis wafat, sehingga tulisannya hanya mencakup wilayah Asia dan Afrika.
Pengaruh Ritter terhadap geografi cukup besar karena ia berpandangan geografi itu adalah suatu ?fisiologi? dan perbandingan ?anatomi? bumi seperti sungai, pegunungan, salju es, dan terdiri dari banyak ?organ? penting, setiap organ tersebut memiliki fungsinya masing-masing; serta kerangka fisik merupakan penyusun utama manusia, yang akan mempengaruhi hidup manusia ke depan, jadi struktur setiap negara itu adalah elemen utama dalam menentukan kemajuan setiap negara tersebut.
Tulisan Ritter ini juga berpengaruh kepada teori politik. Idenya ini diadopsi dan diperluas oleh seorang geostrategist Jerman, Friedrich Ratzel.(*/da) Powered by AkoComment! |
|
|
|