Depan arrow Topik arrow Pendidikan arrow PBB Terbitkan Atlas Baru Kerusakan Lingkungan
PBB Terbitkan Atlas Baru Kerusakan Lingkungan Cetak E-mail
Selasa, 07 Juni 2005
Buana Katulistiwa - Sebuah atlas photo satelit diterbitkan PBB menjelaskan kerusakan fisik akibat pertumbuhan penduduk, termasuk penggundulan hutan, pencairan es, pendangkalan laut, pertumbuhan kota dan pencemaran.

Lembaga PBB untuk lingkungan, UNEP, mengungkapkan buku "One Planet, Many People" dalam rangka hari lingkungan hidup se-dunia 5 Juni, yang jatuh pada hari Minggu (5/6). Citra satelit ini merupakan sumbangan dari lembaga ruang angkasa Amerika Serikat (AS), NASA dan lembaga survey geologi AS, USGS.

Atlas ini diharapkan dapat membantu para pembuat kebijakan, untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai perubahan lingkungan yang berlangsung secara berangsur-angsur.

Perbandingan foto dari ruang termasuk gas rumah kaca untuk skala industri pertanian di America, selatan Spanyol sudah berubah sekitar 400 km persegi (160 mil persegi) dari lapangan dan lembah dengan titik perkampungan menjadi abu-abu dan putih antara tahun 1974-2004.

Juga ditampilkan pencairan es kutub utara sebagaimana juga gletser Hilamaya, Alpen (Eropa) atau Andes (Afrika Selatan), dan di saat yang sama hutan Amazon di Brasil berubah dari hijau penuh pada tahun 1975 menjadi putih tak merata 25 tahun berkiatan dengan penebangan kayu di daerah ini.

"Kebanyakan dari perubahan ini tampak sangat lambat. Tapi jika Anda melihat kembali periode 5-10 tahun lalu, Anda dapat melihat perubahan lingkungan yang dramatis," kata Pascal Peduzzi dari UNEP.

"Peruabahan tampak impresif sebagaimana kejadian tsunami atau banjir," katanya seperti dilansir AFP.

Deposit dan sedimen Sungai Yellow di China telah membentuk semenanjung baru sejak 1979, secara efektif menciptakan panjang sungai sepanjang 25 km (15 mil) lebih panjang pada estuasinya.

Kota Las Vegas di AS yang diperluas dari gurun pasir, telah menyebabkan kesulitan pasokan air bersih antara tahun 1973-2000, dan dalam kasus yang mirip, perluasan Mexico City dari kota berpenduduk 9 juta pada 1973 menjadi lebih 20 juta pada saat ini dan mendorong penggundulan hutan di sekitar gunung.

"Tekanan kota menyebabkan kesulitan sumber daya temasuk air, makanan, kayu, metal dan manusia. Hal ini kemudian menyebabkan permasalahan sampah, termasuk limbah cair dan gas yang berkaitan dengan pemanasan global," kata Klaus Toepfer, Direktur Eksekutif UNEP.

Peduzzi menggaris bawahi bahwa citra juga menunjukkan kapasitas manusia untuk memperbaiki kerusakan lingkungan.

Kota industri Copsa Mica ?yang disebut UNEP sebagai "satu kota yang sakit di dunia" ? meliputi pegunungan menunjukan titik hitam pada pedesaan Romanian pada 1986.

Shatt Al-Arab, jalur air antara Iran dan Irak memiliki seperlima palma sebelum 1970-an, tapi pohon-pohon itu telah hencur oleh perang, binatang peliharaan dan pembangunan industri minyak. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com