 Buana Katulistiwa - Charles Darwin boleh
menggambarkan dirinya sebagai "petualang ilmiah terbesar semasa hidupnya".
Beliau dihormati karena penemuannya tentang perspektif geografi modern. Akan
tetapi, Alexander von Humboldt lah yang berpetualang, melakukan eksperimen, dan
mentransfer ilmu pengetahuan negara-negara barat di abad XIX.
Baron Alexander von Humboldt
lahir di Berlin, Jerman pada tahun 1769. Ayahnya seorang tentara, wafat ketika
Humboldt masih sekitar usia 9 tahun, sehingga waktu itu ia dan kakaknya,
Wilhelm, dialihasuhkan oleh ibu mereka yang bertempat tinggal jauh dari Humboldt
dan kakaknya. Semenjak diasuh oleh ibunya, Humboldt dan kakaknya mendapat
pendidikan awal dari ibu mereka sendiri. Pelajaran yang mereka dapatkan adalah
bahasa dan matematika.
Ketika mulai beranjak dewasa,
Humboldt mulai belajar di luar rumah. Dia bersekolah di Freiberg Academy of
Mines dan dididik langsung oleh seorang ahli geologi terkenal, A.G. Werner. Von
Humboldt bertemu dengan George Forester, seorang juru gambar dari pelayaran ke
dua kapten James Cook. Lalu Humboldt dan Forester berkeliling Eropa. Pada tahun
1792, ketika Humboldt tepat berusia 22 tahun, ia bekerja di pemerintahan
Franconia, Prussia sebagai pengawas pertambangan.
Di usia ke-27, ibunda Alexander
wafat, mewariskan harta yang berlimpah dari bisnis real estate. Tahun berikutnya, Alexander melepaskan jabatannya di pemerintahan
dan berencana untuk mengadakan perjalanan dengan seorang pakar tumbuhan, Aime
Bonpland. Mereka berdua pergi ke Madrid dan berhasil mendapatkan ijin khusus dan
paspor dari raja Charles II untuk mengeksplor Amerika Selatan.
Setiba di Amerika Selatan, mereka mempelajari flora, fauna, dan topografi benua tersebut.
Alexander dan Aime menjelajah pantai Venezuela dan Amazon. Di tahun 1800,
Alexander berhasil memetakan lebih dari 1700 mil panjang Sungai Orinoco. Hal ini
diikuti dengan perjalanan ke Andes dan pendakian ke Gunung Chimborazo di
Ekuador, yang pada waktu itu, diketahui sebagai gunung tertinggi di dunia. Kala
itu, Alexander dan Aime tidak berhasil sampai ke puncak tetapi mereka berhasil
mendaki sampai ketinggian 18.000 kaki. Mereka juga pergi ke pantai barat Amerika
Selatan, di sana Alexander berhasil mengukur dan menemukan Arus Peruvia, atau
yang sekarang dikenal dengan nama Arus Humboldt, ketika ia sedang mencaritahu
penyebab interior Peru yang sangat kering. Arus ini merupakan arus laut
dingin yang mengalir di sepanjang pantai barat Amerika Selatan. Pada tahun 1803,
mereka mengeksplor Meksiko. Sewaktu di sana, Humboldt
ditawarkan mengisi posisi kabinet Meksiko, tetapi Humboldt menolaknya.
Humboldt dan Bonpland dibujuk
untuk mengunjungi Washington D.C. oleh penasihat Amerika Serikat, dan mereka
menyetujuinya. Mereka tinggal di Washington selama tiga minggu dan Humboldt
menghadiri banyak pertemuan dengan Thomas Jefferson, yang pada akhirnya terjalin
pertemanan baik antara Humboldt dan Jefferson.
Von Humboldt berlayar ke Paris
pada tahun 1804 dan menulis sebanyak 30 volume mengenai pengalaman yang ia
dapatkan selama perjalanannya. Dia tinggal di Perancis selama 23 tahun dan
bertemu dengan berbagai cendikiawan lainnya.
Kondisi keuangan Von Humboldt semakin menipis karena dipakai untuk membiayai
perjalanan dan penerbitan laporannya. Pada tahun 1827, dia kembali ke Berlin, di
sana ia memutuskan untuk memperoleh pendapatan yang tetap dengan menjadi
penasihat Raja Prussia. Humboldt diundang oleh kaisar Rusia untuk datang ke
negaranya, dan setelah mengeksplor negara tersebut dan menemukan 'permafrost',
dia menyarankan kepada Rusia agar membangun observatorium cuaca di seluruh
negara tersebut. Stasiun pengukur cuaca ini dibangun pertama kali tahun 1835 dan
Humboldt dapat memakai data-data yang ada, Humboldt berpendapat bahwa
interior benua negara Rusia memiliki iklim yang lebih ekstrim karena
sedikitnya pengaruh dari laut. Humboldt juga membuat peta isotherm untuk pertama
kalinya, yang berisi garis temperatur rata-rata.
Dari tahun 1827 sampai tahun 1828, Humboldt memberikan kuliah umum di Berlin. Perkuliahannya
sangat dikenal orang, sehingga tempat Humboldt memberikan kuliah setiap sesinya,
selalu dipenuhi orang. Ketika Humboldt bertambah tua, dia memutuskan untuk
menulis seluruh yang diketahuinya mengenai bumi. Dia menyebut tulisannya ini
'kosmos', dan volume pertama berhasil diterbitkan pada tahun 1845 ketika ia
berusia 76 tahun. 'Kosmos' ditulis dengan sangat baik dan mudah dimengerti oleh
pembacanya. Volume pertama berisikan mengenai informasi umum mengenai alam
semesta. Volume pertama ini habis terjual hanya dalam waktu 2 bulan saja dan
sudah diterjemahkan keberbagai bahasa.Volume lainnya membahas topik-topik
seperti usaha manusia untuk menggambarkan bumi, astronomi, serta interaksi
antara manusia dengan alam. Humboldt wafat 6 Mei 1859, ketika usianya 90 tahun.
Volume ke lima dan ke enam tulisannya diterbitkan pada tahun 1862, berdasarkan
catatan kerja Humboldt semasa hidupnya. Humboldt sangat dihormati karena
jasa-jasa yang telah dilakukan selama hidupnya. Yang pasti, beliau merupakan
orang pertama yang berhasil membawa geografi ke dunia. (geography.about.com,enchantedlearning.com / da) Powered by AkoComment! |