Buana Katulistiwa- Persebaran flu burung telah menjadi tantangan terbesar dibandingkan berbagai penyakit infeksi lainnya di dunia, termasuk AIDS. Sejak Februari, virus H5N1 telah menyebar ke burung di 17 negara di Afrika, Asia, Eropa dan Timur Tengah, kata pejabat WHO Dr Margaret Chan.
"Perhatian telah meningkat cepat, dan kegiatan dalam pekan depan akan menjadi bukti perhatian itu," kata Chan, yang memimpin bantuan WHO melawan flu burung, berbicara pada sebuah pertemuan di Jenewa, yang membahas kemungkinan upaya global untuk persiapan kemungkinan terjadinya mutasi flu burung antar-manusia.
Pejabat kesehatan AS, Senin (6/3) menyebut mereka telah mengotorisasi pengembangan vaksin kedua untuk memerangi virus mematikan yang dipercaya sudah siap untuk berubah.
Pemerintah AS memiliki beberapa juta dus dari vaksin flu burung pertama berdasarkan sampel virus yang diambil dari Vietnam tahun 2004. "Dalam upaya persiapan, kami perlu melanjutkan pengembangan vaksin baru," kata Menkes Mike Leavitt seperti dilansir AP.
WHO menyebut, 175 orang sudah konfirm terjangkit virus flu burung, dan 95 orang diantaranya telah meninggal dunia. "Tak seorang pun yang bisa mengatakan kapan ini akan berakhir," kata Chan.
Pandemik global influenza tampak menyerang periodik. Pada abad 20, terjadi pandemik pada tahun 1918, 1957 dan 1968.
WHO juga mengatakan, flu burung sangat potensial menyebabkan lebih banyak kematian pada pandemik global, karena H5N1 begitu mudah ditransmisikan dan terkontaminasi dibandingkan HIV/AIDS.
Dr Mike Ryan, Director of Epidemic and Pandemic Alert and Response WHO mengatakan bahwa pihaknya sejujurnya merasakan bahwa serangan kali ini sangat mencemaskan, termasuk kolapsnya sistem global.
Inilah pertama kali otoritas kesehatan dunia mencoba menghentikan pandemik global influenza sebelum hal itu terjadi. Chan merujuk kasus persebaran Severe Acute Respiratory Syndrome (SAR) sebagai pembanding bahwa seberapa besar dunia sudah berubah.
SARS menginveksi 8.000 orang dan membunuh 800 orang diantaranya.
"Dalam ekonomi yang mengglobal, dengan volume tinggi perjalanan internasional, kemungkinan penyakit baru menyerang secara universal," katanya. "Ini berlaku sama untuk negara kaya maupun miskin."
Juru Bicara WHO Maria Cheng menyebut, para ahli berharap untuk mengisolasi area dimana didapati penyakit flu burung dan memperkuat kesepakatan yang memungkinkan otoritas kesehatan internasional untuk dapat merespon secara cepat, melakuan pengujian virus dan implementasinya. (ss)
Powered by AkoComment! |