Buana Katulistiwa -Sampel virus yang diambil dari burung liar yang ditemukan mati di Hong Kong diketahui memiliki kaitan erat dengan virus H5N1 yang ditemukan di Korea Selatan dan Jepang tahun 2004.
Penemuan ini kemudian memberikan dugaan bahwa penyebaran yang terjadi di Eropa juga merupakan bagian dari penyebaran virus oleh burung liar dari negara lain, kata mikrobilogis Malik Peiris dari Universitas Hong Kong.
Delapan burung liar dan dua ayam ditemukan mati akibat virus avian influenza H5N1 sepanjang bulan lalu di Hong Kong meskipun peternakan di sini belum terinveksi sejauh ini.
Ilmuwan Hong Kong melakukan analisis isolasi virus, atau sampel, dari burung mati bahwa jenis gen, atau DNA, adalah berjenis V (V-geneotype), yang telah ditemukan pada burung mati di Jepang dan Korea Selatan tahun 2004, kata Peiris dalam sebuah wawancara, Rabu.
"Virus-virus ini sedang dalam proses analisis genetik, mereka mirip ? Ini adalah jenis V-genotype, yang juga ditemukan pada burung di Jepang dan Korea pada tahun 2004. Mereka tidak identik, tapi merupakan tipe gen yang sama," katanya seperti dikutip Reuters.
Setelah virus ini menyerang beberapa negara di Asia sejak 2003, virus telah menyebar cepat ke Eropa, Afrika dan kini di India, negara yang terkenal peternakan ayam tinggal bersama dengan penduduk yang jumlahnya besar.
Sejauh ini, lebih dari 90 orang telah meninggal dunia sejak 2003, akibat kontak langsung dengan unggas. Para ahli khawatir bahwa virus akan bermutasi dan menjadi bentuk yang lebih mudah menyebar antarmanusia, yang menyebabkan pandemi yang akan membunuh jutaan orang di seluruh dunia. (ss)
Powered by AkoComment! |