Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Setelah Thailand, Flu Burung Ditemukan Pada Kucing di Jerman
Setelah Thailand, Flu Burung Ditemukan Pada Kucing di Jerman Cetak E-mail
Rabu, 01 Maret 2006
Flu BurungBuana Katulistiwa- Virus mematikan flu burung telah ditemukan pada seekor kucing di Jerman. Ini merupakan kasus pertama virus didentifikasi pada hewan selain burung di Eropa tengah. Kasus yang sama sebenarnya pernah terjadi di Thailand tahun 2004.

Pejabat kesehatan telah meminta semua para pemilik kucing untuk mengurung hewan-hewan peliharaan lainnya setelah kasus kematian kucing di Pulau Reugen, Laut Baltik, dimana lebih dari 100 burung liar terinveksi virus H5N1.

Kucing ini diyakini telah memakan burung yang terinveksi, kata Thomas Mettenleiter, Kepala Institut Friedrich Loeffler Jerman, seperti dilansir AP, Rabu (1/3). Kasus ini berkaitan dengan pola transmisi penyakit yang ditemukan pada kucing liar di Asia.

Menurut Mettenleiter, bagaimanapun, tidak ada bahaya kepada manusia, sebab belum ada catatan kasus bahwa kucing bias mentransmisikan virus ini ke manusia.

Pejabat WHO Maria Cheng di Jenewa, mengatakan belum cukup informasi mengenai bagaimana penyakit itu telah ditransmisikan ke kucing. Dia mencatat bahwa harimau dan macan tutul di kebun binatang Thailand terinveksi virus setelah kasus yang menimpa ayam, sekarat dari H5N1 pada tahun 2003 dan 2004.

?Tapi kita tidak tahu apa artinya ini terhadap manusia. Kita tidak tahu jika mereka dapat memainkan peranan dalam mentransmisikan penyakit ini. Kita tidak tahu banyak virus yang menyebabkan kucing tertular, berapa banyak manusia untuk diingatkan sebelum mereka jatuh sakit,? kata Cheng.

Sejauh ini jumlah kucing yang terinveksi ada di Thailand, tiga rumah kucing dekat Bangkok ditemukan terinveksi virus ini pada Februari 2004. Pejabat menyebut seekor kucing telah memakan ayam mati dari peternakan yang ditemukan virus, dan virus tersebut telah menyebar ke kucing lainnya.

WHO menyebut pengujian pada tiga musang yang mati di Vietnam bulan Juni juga ditemukan H5N1. Sumber inveksi tidak diketahui.

Di Turki, 21 orang dites positif H5N1 pada Januari dan empat diantaranya, semuanya anak-anak, meninggal dunia.

WHO, Senin (Selasa WIB) mengungkapkan adanya peningkatan dalam kasus flu burung pada manusia menjadi 173 kasus di seluruh dunia, 93 orang diantaranya meninggal dunia. Kebanyakan dari kematian itu diketahui punya riwayat berkaitan dengan kontak dengan unggas yang terinveksi. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com