|
Buana Katulistiwa - Penyakit yang bersumber dari hewan ditemukan telah semakin meningkatkan risiko terhadap kesehatan manusia, kata peneliti yang telah mendokumentasikan 38 jenis penyakit yang meningkat dalam 25 tahun terakhir.
Ini bukan kabar baik atas penyebaran flu burung, yang dikhawatirkan kalangan ahli dapat bermutasi dan ditransmisikan dengan mudah antarmanusia.
Sumber AP, Senin (20/2) menyebut, terdapat 1.407 patogen - virus, bakteri, parasit, protozoa dan fungi - yang dapat menginveksi manusia. kata Mark Woolhouse dari University of Edinburgh, Skotlandia. Dari jumlah itu, 58 persen berasal dari hewan. Saintis memperkirakan 177 patogen berupa "emerging" atau "re-emerging". Kebanyakan diantaranya tidak menyebabkan pandemik.
Kalangan ahli khawatir, flu burung dapat saja diluar prakiraan. Terakhir ini, seluruh dunia cemas virus H5N1 dapat menjadi pandemik. Virus telah menyebar dari Asia, ke Eropa, kemudian ke Afrika.
Upaya mengendalikan flu burung difokuskan pada dunia binatang, termasuk ayam, bebek dan unggas lain yang telah dikorbankan dalam jumlah jutaan ekor untuk mengendalikan penyebaran virus ini, kata ahli dalam konferensi pers, Minggu, pada pertemuan tahunan American Association for the Advance of Science.
"Strategi kini diarahkan pada bagaimana virus ini dalam dunia hewan karena jika Anda melihatnya dari sisi manusia, Anda akan bicara mengenai vaksin dan antiretroviral, yang merupakan sebuah kenyataan baru," kata Nina Marano, dari National Center for Infectious Diseases.
Flu Burung telah membunuh sedikitnya 91 orang- kebanyakan dari Asia - sejak 2003. Dikhawatirkan, virus ini akan dapat membunuh setengah penduduk dunia yang terinveksi.
Tiap tahun dalam 25 tahun terakhir, satu atau dua patogen baru dan banyak variasi lainnya telah menginveksi manusia untuk pertama kali. Tanpa spekulasi mengenai angka infeksi sesegera mungkin, Woolhouse menyebut bahwa sangat tidak mungkin untuk manusia menghadapi perkembangan yang cepat itu.
"Manusia selalu diserang patogen yang ganas. Proses ini telah berlangsung selama milenium lalu. Namun tampaknya terjadi sangat cepat dalam masa modern ini," kata Woolhouse. (ss)
Powered by AkoComment! |