|
Buana Katulistiwa - Cairan kimia beracun mengambang dari sungai di barat laut China, yang diprediksi akan mencapai kota Siberia, Khabarovsk pada 25 Desember 2005 mendatang. Pencegahan meluasnya kontaminasi terus dilakukan sejak ledakan 13 November pada perusahaan kimia PetroChina di Provinsi Jilin, timur laut China.
Insiden tertumpahnya 100 ton carcinogens benzene dan nitrobenzene ke Sungai Songhua, satu sungai terpanjang di China, dan merupakan sumber air bersih bagi jutaan orang.
Otoritas Rusia secara khusus memberikan perhatian mengenai potensi kontaminasi terhadap pasokan air untuk lebih dari 600.000 penduduk di Khabarovsk.
Rusia telah memulai pembangunan bendungan sementara untuk memproteksi kota, dan berharap China juga melakukan hal yang sama, kata pejabat kementerian luar negeri dan media, Jum’at.
Bahan beracun tersebut diperkirakan tiba di Sungai Amur perbatasan Rusia pada 19 Desember sebelum melanjutkan perjalanannya ke Khabarovsk. “Kalkulasi ini dibuat berdasarkan informasi yang diberikan pihak China, “ kata Alexandr Agrilov, kepala stasiun meteorologi dan hidrologi setempat.
Bahan beracun itu akan bergerak lebih lamban oleh kondisi es, katanya, dan terakhir ini bergerak dengan kecepatan 1,3 kilometer per jam.
Pada Kamis malam genangan menjangkau 220 kilometer dari daerah dimana Sungai Songhua mengalir ke Amur, begitu prediksi Agrilov.
Menurut kantor berita China, Xinhua, pada Kamis itu, racun kimia telah tiba di Kota Jiamusi, timur laut China, kota terbesar kedua di Provinsi Heilongjiang, yang berpenduduk lebih daru dua juta orang. (ss) Powered by AkoComment! |