Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Penurunan AIDS di India, Keajaiban Matematika?
Penurunan AIDS di India, Keajaiban Matematika? Cetak E-mail
Rabu, 01 Juni 2005
PitaBuana Katulistiwa- India, menurut data resmi WHO, memiliki penderita HIV positif sebanyak 5,13 juta orang, negara peringkat kedua terbesar di dunia setelah Afrika Selatan. Secara menakjubkan, negara ini mengumumkan suatu penurunan drastis jumlah penderita penyakit ini. Ini bukan keajaiban, tapi hanya permainan matematika, kata sementara aktivis menyindir.

Seperti ramai diberitakan, pekan lalu, India mengumumkan sebuah perkembangan virus HIV di negaranya yang membuat kalangan pejabat WHO terbelalak. Dalam pengumuman itu disebut bahwa terjadi penurunan bombastis, dimana kasus HIV menurun sebanyak 95 persen hanya dalam setahun.

Hal ini mengacu pada statistik yang disampaikan The National AIDS Control Organization menyebut 28.000 kasus baru infeksi HIV pada tahun 2004 dikomparasikan dengan 520.000 kasus serupa pada tahun 2003.

Angka-angka ini kemudian menimbulkan kontroversi, dengan pendapat para pekerja kesehatan yang mengatakan bahwa berita ini "terlalu bagus untuk dipercaya". Namun beberapa pekerja lain, termasuk pejabat WHO dan anti-AIDS dari PBB, mengatakan mereka mendukung metodologi yang dipakai pejabat. Dan mereka katakan, ini sepertinya menstabilkan kasus HIV.

"Proses dan hasil didasarkan pada metodologi," kata Dr Salim Habayeb, ahli AIDS pada kantor WHO Asia Tenggara di New Delhi. "Kami mendukung angka yang dirilis Pemerintah India."

Ahli statistik independen mencatat kebingungan dari perubahan metodologi dalam pengumpulan data dua tahun lalu. India menggunakan pusat-pusat pengumpulan sampel, yang disebut "sentinel sites", untuk memonitor infeksi HIV.

Center-center ini memfokuskan dari hanya pada daerah yang berisiko tinggi, tapi dua tahun lalu telah diperluas hingga menjangkau daerah yang berisiko rendah yang menunjukkan tingkat gambaran yang lebih tinggi dan lebih akurat.

Hal ini menyebabkan perkembangan dari 2002 ke 2003 tampak dilebih-lebihkan, dan peningkatan tahun lalu untuk melihat perbandingan yang kecil, kata Denis Broun, koordinator lembaga AIDS PBB untuk India.

Pemerintah India, bagaimanapun, tidak menjelaskan perubahan metodologi, kata aktivis, yang menyebabkan tidak diterimanya klaim pemerintah atas penurunan itu.

"Kami merasa suatu kesalahan yang begitu drastis dengan angka yang diberikan. Kami tidak mengerti bagaimana bagaimana datangnya angka-angka itu,"Ryan Fernandes dari Sahara, sebuah kelompok yang bekerja dengan para wanita pengidap HIV positif. "Di tingkat akar rumput, kami menemukan sesuatu yang sangat berbeda. Setiap hari kita mendapat kabar adanya kasus baru." (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com