Buana Katulistiwa - Setelah melakukan perjalanan di berbagai kandang burung dan kelinci di pasar Hanoi, setelah menyaksikan pemusnahan ayam, dan setelah mengunjungi keluarga Haiphong yang menderika flu burung, pejabat tinggi kesehatan AS datang dengan kesimpulan: memulai pencegahan terjangkitnya flu global adalah mustahil.
Sekretaris Kesehatan dan Pelayanan AS, Mike Leavitt telah melakukan misi pencarian fakta, Minggu (16/10) di wilayah yang terburuk terkena serangan flu burung. Menurutnya, perjalanannya ke Thailand, Kamboja, Laos dan Vietnam telah memperoleh gambaran yang jelas bagaimana persebaran virus dengan mudah diantara manusia. Virus itu bisa dengan mudah menyeberang perbatasan dan lautan, membunuh jutaan orang dan mempersulit berbagai negara.
"Dapatkah kita menciptakan jaringan pengawasan yang memadai saat hal itu terjadi, apakah kita bisa mencapainya secepatnya?" kata dia seperti dikutip AP.
Leavitt yang diharapkan akan berada di Indonesia, Senin (17/10) ini, mengatakan kepada wartawan bahwa serangkaian perjalanan ini memberinya pandangan realistik dari tantangan di Asia, negara-negara dimana manusia dan hewan hidup sangat dekat sebagai sebuah budaya.
"Saya sudah mengunjungi pasar di Kamboja dan berbicara dengan pemilik babi yang berjalan 600 km malam sebelumnya untuk menjual babi-babinya," katanya. "Dia membawa babi-babi itu di atas bus dalam sebuah kotak berdampingan dengan kotak yang berisi ayam-ayam, dan saya duduk dekat dia ? dengan banyak keranjang yang berisi kalkun dan itik, lalu di sebelah kanannya ada babi-babi."
Dia menyebut, pemerintah AS memberikan perhatian bagi menemukan cara membantu kehilangan ekonomi para peternak di Asia akibat pemusnahan binatang yang terinfeksi, meskipun bantuan yang diberikan itu terbatas. Tanpa subsidi, peternak miskin akan menolak pemusnahan ternak-ternak mereka yang sakit.
Leavit tidak yakin AS atau negara-negara dunia, sudah memiliki persiapan untuk kondisi pandemik flu burung. Saat flu burung telah menyebar antarmanusia dan menginfeksi 117 orang dalam dua tahun, kebanyakan ahli kesehatan memprediksi satu saat dia akan bermutasi ke banyak bentuk penularan. Virus terakhir telah membunuh sekitar setengah dari orang yang terinfeksi, meskipun tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana cara baru yang mematikan itu akan terjadi.
Obat yang tampaknya efektif untuk melawan flu burung adalah Tamiflu, yang dibuat untuk mengobati orang yang terinfeksi, tapi kini dalam jangka pendek belum akan dapat diproduksi secepatnya untuk memenuhi kekhawatiran pandemik.
Leavitt telah berbicara dengan manufaktur obat dan vaksin untuk mencoba meningkatkan jumlah persediaan kemungkinan penyebaran menjangkau Amerika Utara. Pemerintah sejauh ini telah memesan Tamiflu untuk keperluan sekitar 4,3 juta orang Amerika.
Pembuatan vaksin baru saja dimulai, dan Leavit mengatakan AS kemungkinan dapat membantu keuangan senilai 100 juta dolar AS untuk mengatasi beban produksi.
Pada awal bulan ini, Sekjen PBB Kofi Annan berharap peraturan terkait dengan paten bisa saja ditunda dalam kasus persebaran ini, untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan membuat obat generik Tamiflu, yang diproduksi oleh perusahaan Swiss, Roche Holding AG. Terakhir ini terdengar, perusahaan di India mengumumkan rencana untuk juga melakukannya.
Bagaimanapun Leavitt mengatakan, AS akan mendukung hukum kekayaan intelektual untuk mendukung langkah aksi membantu upaya menyediakan obat dan vaksin itu. (bj)
Powered by AkoComment! |