Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Pencegahan Persebaran Penyakit dengan Keanekaragaman Hayati
Pencegahan Persebaran Penyakit dengan Keanekaragaman Hayati Cetak E-mail
Rabu, 02 November 2005

Buana Katulistiwa - Perlindungan yang lebih baik pada keragaman dari margasatwa dan tumbuhan di Bumi mampu membantu kekebalan manusia terhadap wabah penyakit seperti AIDS, Ebola, atau Flu Burung dan menghemat banyak biaya dalam hal biaya perawatan.

Mencegah penyakit yang mewabah melalui konservasi keanekaragaman hayati lebih efektif daripada mengembangkan vaksin untuk melawannya.

"Keanekaragaman hayati tidak hanya menjanjikan hal baru pada perawatan dan penyembuhan medis, keanekaragaman hayati dapat menjaga manusia dari bentuk organisme-organisme dan agen yang menyebabkan wabah penyakit," pernyataan dari seorang peneliti dari Diversitas International Group, dikutip dari Reuters.

Gangguan manusia terhadap keanekaragaman hayati, mulai dari hutan Amazon di Benua Amerika sampai deforestasi di Benua Afrika, telah membuat manusia lebih rentan terhadap wabah penyakit baru, yang aslinya berasal dari margasatwa.

Peter Daszak, seorang peneliti yang membantu mencari hubungan antara Kelelawar Asia dengan virus SARS mengatakan bahwa, perjangkitan penyakit flu burung telah membuat kerugian sekitar 50 milyar dolar AS, besarnya angka tersebut karena penyakit tersebut mengurangi arus perdagangan dan perjalanan di Asia, Sekitar 800 orang meninggal akibat flu burung.

AIDS, secara luas diketahui berasal dari simpanse, menewaskan sekitar 3.1 juta orang pada tahun 2004 dan PBB memperkirakan 15 milyar dolar AS akan dibutuhkan untuk pencegahan dan perawatan penderita AIDS pada tahun 2006.

Daszak, yang juga merupakan Direktur Eksekutif dari konsorsium untuk konservasi ilmu kedokteran di Wildlife Trust mengatakan, "Penyakit yang mewabah menyebabkan krisis akan kesehatan publik".

Menurut para pakar tersebut, peran pemerintah dalam hal ini adalah membuat kebijakan yang melindungi keanekaragaman hayati, termasuk didalamnya peraturan yang jitu mengenai perdagangan, pertanian dan perjalanan untuk mengurangi kemungkinan persebaran penyakit flu burung yang bisa berpindah dari margasatwa ke manusia.

Pemeliharaan terhadap daerah yang lebih luas untuk margasatwa juga mampu mengurangi pengaruh dari penyakit.

"Kita tidak mengatakan bahwa kita harus mengisolasi alam dan menjauhi alam", kata Charles Perrings, seorang pakar keanekaragaman hayati di Universitas Arizona. Dia menekankan manusia sebaiknya mengurangi gangguan pada daerah yang kaya akan keanekaragaman hayati. Menurutnya memang pada sepanjang sejarahnya, penyakit menyebar dari margasatwa ke manusia, tetapi resiko tersebut semakin meningkat karena perilaku dari manusia dan peningkatan populasi manusia.

Anne Larigauderie, Direktur Ekskutif Diversitas, NGO yang berpusat di Paris ini mengatakan bahwa manusia terkadang kurang menghargai nilai dari pelayanan dan keragaman yang tersedia di alam, dan penghargaan tersebut baru ada dirasakan ketika pelayanan dan keragaman tersebut hilang.(bm)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com