Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Geografi Penyebab Filipina Bebas Flu Burung
Geografi Penyebab Filipina Bebas Flu Burung Cetak E-mail
Selasa, 13 Desember 2005
Buana Katulistiwa - Pada bulan Oktober lalu, Menteri Kesehatan Francisco Dugue memperingatkan bahwa “hanya persoalan waktu” flu burung akan sampai ke Filipina. Tapi, orang Filipina pantas bersyukur karena geografi negara itu menjadi faktor kunci tidak terjangkitnya negara ini dari virus mematikan tersebut.

“Saya kira utamanya ini disebabkan oleh geografi,” kata Dr Jean-Mark Olive, representatif World Health Organization (WHO) di Filipina. Faktor tersebut ditambah kampanye dari pemerintah, membuat unggas domestik jauh dari burung-burung yang bermigrasi.

Negara ini sejauh ini diketahui bebas virus flu burung yang telah menyebabkan 71 orang meninggal dunia di Asia, termasuk pemusnahan ayam dan peternakan unggas lainnya. Menurut Olive, seperti dikutip Reuters, Selasa (13/12), menyebut secara jumlah memang jumlah unggas di peternakan local Filipina lebih sedikit dibandingkan dengan yang ada di China, Thailand atau Vietnam.

Olive mengatakan, letak geografis Filipina yang terisolasi dengan 7.100 pulaunya di bagian barat Samudera Pasifik, mampu menghindari dari pelarian virus yang merupakan kelanjutan penyebaran dari negara-negara lain di Asia. “Apa yang saya pahami dari situasi ini adalah bahwa hanya itik yang bisa terbang ke Filipina,” katanya. “Tidak ada angsa yang terbang ke Filipina, tidak seperti di Rusia atau Eropa.”

Namun begitu terlepas dari keberuntungan ini, Filipina tetap bersiaga untuk mengatasi kemungkinan penyebaran virus ke Indonesia, yang ada di selatan, melintasi Laut Sulawesi.

“Penyelundupan kemungkinan bisa menjadi masalah,” kata Olive.

Pemerintah dan industri peternakan telah menyatakan kekhawatiran mengenai penyelundupan burung liar meskipun dilakukan patroli perbatasan dengan Indonesia dan Malaysia.

Pada bulan Mei, Filipina menangkap upaya penyelundupan burung oleh pejabat penjaga pantai. Pemerintah juga melarang impor burung liar sebagai hewan peliharaan dari 11 negara Asia yang terinfeksi flu burung, serta melakukan pengetatan pengawasan perdagangan illegal burung-burung eksotik dari Mindanao. (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com