Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Geografer Kesehatan, Bangkit dan Bersinar
Geografer Kesehatan, Bangkit dan Bersinar Cetak E-mail
Senin, 24 Januari 2005
Buana Katulistiwa- Begitu isu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) menghantam negara Asia, seperti China, Singapura, Thailand dan lainnya pada 2003-2004 lalu, geografer Joseph R Oppong dari Department of Geography, University of North Texas, mengaku menghadapi serangan dari para wartawan yang membawa berbagai pertanyaan dari para pembacanya yang kepanikan atas wabah yang mematikan itu.
    Berondongan pertanyaan dialamatkan kepada Joseph R Oppong: apa itu SARS? Bagaimana dia menyebar? Apakah wabah itu juga akan menyebar hingga ke sini? Apakah saya harus menunda perjalanan karena SARS? Apakah kepanikan ini bisa dimaklumi? Apakah penerbangan aman? Apakah ini serangan bioterorisme? Jika penyakit itu ada di China, haruskah saya khawatir?

    Dalam sebuah kolom yang ditulisnya pada Medical Geography Newsletter tertanggal 23 Mei 2003, Joseph R Oppong sebagaimana dilansir situs The Medical Geography Specialty Group (MGSG) mengatakan bahwa jawaban-jawaban dirinya atas seabrek pertanyaan itu sudah dimuat mulai dari North Texas Daily, sebuah koran universitasnya, pada halaman depan koral lokal Texas, the Denton Record Chronicle, the Dallas Morning News, the Fort Worth Star Telegram, dalam sebuah feature di stasiun radio berita terbesar di Dallas Fort Worth, KRLD, di stasiun televisi 3 Metroplex TV hingga siaran langsung pada stasiun televisi terkemuka di AS, CNN.

    "Saya menjelaskan bagaimana kaitan spasial, persebaran hirarkis dan pemetaan wabah penyakit. Saya mendapat kesempatan penting untuk menjelaskan apa itu geografi kesehatan, apa yang kita lakukan dan mengapa kita melakukannya," tulis Joseph R Oppong.

    Satu poin penting yang selalu berulang-ulang dikatakannya dalam setiap wawancara adalah bahwa dalam globalisasi dunia seperti saat ini, tidak ada lagi penyakit yang sifatnya lokal. Virus tidak memerlukan visa untuk sebuah perjalanan ke luar negeri. Patogen tidak perduli batas politik.

    "Penyakit mengganggu seluruh manusia, tidak hanya 'kelompok asing' atau manusia lainnya. Sistem kesehatan China dan kebijakan kesehatan yang dibuat pejabat pemerintahannya memiliki implikasi terhadap Kanada, Amerika dan seluruh manusia," kata dia.

    Joseph R Oppong kemudian menyatakan bahwa dari pengalaman yang dialaminya beberapa pekan setelah kerubungan pertanyaan itu, adalah betapa pentingnya pembicaraan mengenai geografi kesehatan dewasa ini dan di masa datang.

    "Ketakutan atas penyakit mendorong munculnya kesadaran geografis. Ini jelas waktu bagi medical geographers untuk bangkit dan bersinar."

    Dunia mengajukan pertanyaan, dan kita memiliki jawabannya. "Apakah Anda melihat cahaya terang geografi kesehatan di kampus Anda?" tanya Joseph R Oppong. (bj)
Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com