|
Buana Katulistiwa-PBB kini sedang mempertimbangkan penggunaan "flu-caster" yang meniru model peramalan cuaca di televisi, untuk mempublikasikan informasi penting jika pandemik flu burung global menyerang.
Dari Davos, Swiss, Reuters, Selasa (31/1) melaporkan bahwa PBB dapat menayangkan perkembangan terakhir dari fasilitas tanggap-darurat di markas WHO di Jenewa, sebagaimana disampaikan oleh David Nabarro, Koordinator Influenza PBB.
"Flu-caster dapat menampilkan peta-peta dan memungkinkan setiap orang untuk memperoleh informasi regular yang disampaikan dari 'bunker' WHO," kata Nabarro kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada Forum Ekonomi Dunia di Davos.
"Bunker" WHO di Jenewa, yang dibangun dengan fasilitas senilai 5 juta dolar AS dalam sebuah bekas bioskop,merupakan pusat dunia untuk menelusuri jejak flu burung dan penyakit mematikan lainnya.
Ruang itu akan menjadi pusat komando global jika virus flu burung H5N1, yang telah menewaskan sedikitnya 83 orang di Asia sejak 2003, bermutasi ke bentuk yang mudah menyebar antarmanusia dan menyebabkan pandemik flu yang bisa membunuh jutaan orang.
Layar dalam 'bunker' akan menghubungkan "flu-caster" dengan jaringan televisi via satelit.
Nabarro berbicara berdasarkan analisa PBB atas simulasi tingkat tinggi untuk mengeset kebijakan yang akan diberikan kepada pemerintah, perusahaan dan media untuk bekerja bersama menghadapi pandemik flu burung global.
Satu yang terpenting adalah bagaimana menangani infrastruktur, seperti air, listrik dan makanan, sebagai prioritas tinggi daripada lainnya. (ss) Powered by AkoComment! |