|
Buana Katulistiwa- Virus flu burung mematikan H5N1 untuk pertama kalinya dideteksi di peternakan di Myanmar dan Kamerun, kata pejabat kedua negara. Ini menandakan terjadinya perluasan penyebaran virus ini di Afrika dan Asia Tenggara.
Kalangan ahli sepanjang pekan lalu menemukan kasus matinya ayam di peternakan di luar Myanmar, kota kedua terbesar di Myanmar, Mandalay, kata Direktur Departemen Kesehatan Ternak Than Tun, Senin (13/3).
Myanmar yang berbatasan dengan Thailand dan China, dua negara yang dilaporkan terdapat 24 kasus kematian akibat penyakit ini.
Sebagaimana dikutip dari AP, Senin (13/3), Pemerintah Kamerun mengumumkan kasus pertama flu burung, Minggu (12/3), yang menjadikannya negara keempat di Afrika yang terserang virus ini. Virus pertama ditemukan di Afrika pada peternakan komersial di Nigeria pada bulan Februari. Kasus yang sama juga dilaporkan terjadi di Nigeria dan Mesir.
Pemerintah Kamerun menyebut tes yang dilakukan di Paris menunjukkan bahwa memang telah potisif H5N1.
Menteri Peternakan Aboubakary Sarki kepada resporter menyebut, 10 ekor unggas yang terinveksi telah ditemukan mati di Maroua dari 12-26 Februari. Menurut dia, pemerintah telah siap untuk melakukan pemusnahan unggas di wilayah sekitar unggas yang terinveksi, namun dia tak menyebut berapa banyak yang sudah dimusnahkan.
Virus flu burung telah menyebabkan pemusnahan lebih dari 140 juta ayam dan unggas lain di seluruh Asia sejak 2003, dan telah pula menyebar ke Eropa, Afrika dan Timur Tengah. Sedikitnya 97 orang telah meninggal dunia di seluruh dunia, dua pertiga diantaranya terjadi di Indonesia dan Vietnam. Belum ada kasus pada manusia ditemukan di Afrika.(bj)
Powered by AkoComment! |