Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Chikungunya Merebak Cepat ke La Reunion, Perancis
Chikungunya Merebak Cepat ke La Reunion, Perancis Cetak E-mail
Senin, 27 Pebruari 2006
NyamukBuana Katulistiwa -Kalangan dokter di Perancis mendeteksi penyakit yang berasal dari nyamuk yang diperkirakan dibawa dari wilayah Samudera Hindia, dimana virus ini menyebar cepat, kata pejabat kesehatan Perancis, akhir pekan lalu.

Menteri Kesehatan Perancis mempersalahkan demam "Chikungunya", yang sejauh ini belum dikatahui ada vaksin untuk mengobatinya, yang disebut-sebut secara langsung maupun tidak telah menewaskan 77 orang di pulau Perancis, La Reunion, di pantai timur laut Afrika.

Disebutkan, 157.000 orang kini terinveksi penyakit ini di La Reunion, atau sekitar seperlima dari penduduk yang ada. "Kami mendapati orang-orang yang kembali dari La Reunion telah menderita chikungunya," kata Francois Bricaire, kepala pelayanan penyakit menular pada Rumah Sakit Pitie-Salpetriere di Paris kepada radio Europe 1, seperti dilansir Reuters, Minggu (26/2).

"Ini tak mengagetkan, karena hubungan antara Pulau La Reunion dan daratan Perancis."

Dia menyebut 30 kasus telah ditemukan dalam tugasnya dan sepertinya layanan kesehatan lainnya juga telah menemukan kasus yang sama. Penyakit ini hanya dapat menyebar melalui nyamuk.

Menteri Kesehatan Xavier Bertrand mengatakan kepada Europe 1 bahwa nyamuk yang membawa cirus mencapai tenggara Perancis tapi tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Sakit yang sama sebelumnya juga ditemukan di dekat Samudera Hindia yaitu Seychelles dan Mauritius.

Penyebaran chikungunya sepertinya mendaapt perhatian yang meningkat dari Perancis seperti perhatian yang diberikan terhadap virus H5N1 flu burung. Pertama kali ditemukan di Afrika Timur pada tahun 1952, chikungunya diketahui telah menyebabkan lemahnya sistim ketahanan tubuh. Nama ini berasal dari bahasa Swahili, sesuai dengan postur korban.

La Reunion merpakan destinasi wisata popular bagi wisatawan Eropa. Komite Pariwisata Reunion telah melaporkan penundaan kunjungan namun sejauh ini belum ada gambaran seberapa jauh kerugian akibat penundaan itu.

Gejala demam chikungunya mirip dengan Demam Berdarah Dengue yaitu demam yang tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintik-bintik merah pada kulit terutama badan dan lengan. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan ( Shock ) maupun kematian.

Pihak Depkes RI, beberapa waktu lalu menyebut, masa inkubasi dari demam chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari . Virus ini termasuk Self Limiting Disease atau hilang dengan sendirinya. Namun rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk chikungunya.

Menurut situs Universitas Standford, virus chikungunya masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus, dan ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini terus menimbulkan epidemi di wilayah tropis Asia dan Afrika sejak diidentifikasi tahun 1952 di Afrika Timur.

Di Indonesia demam chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda tahun 1973. Kemudian berjangkit di Kuala Tunkal, Jambi, tahun 1980. Tahun 1983 merebak di Martapura, Ternate dan Yogyakarta. Setelah vakum hampir 20 tahun, awal tahun 2001 kejadian luar biasa ( KLB ) demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Demam chikungunya berjangkit lagi di Bekasi ( Jawa Barat ), Purworejo dan Klaten ( Jawa Tengah ) tahun 2002.

Ada juga yang menyebut ada gelombang epidemi 20 tahunan yang mungkin terkait perubahan iklim dan cuaca. Virus Chikungunya pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur tahun 1952. Dalam bahasa Swahlii, chikungunya artinya adalah yang berubah bentuk atau bungkuk, postur penderitanya memang kebanyakan membungkuk akibat nyeri hebat di persendian tangan dan kaki. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com