|
Buana Katulistiwa-Pejabat Pemerintahan Australia menolak pernyataan otoritas kesehatan hewan dunia yang menyebut bahwa Australia merupakan salah satu negara yang memiliki resiko sangat tinggi terkena flu burung.
Pekan ini, World Organisation for Animal Health (OIE) menyebut bahwa resiko Australia dicapai virus H5N1 ada salam status "very high" (sangat tinggi).
Selain Australia, Direktur Jenderal OIE Bernard Vallat juga memberikan status yang sama terhadap Amerika Serikat dan Kanada.
"Australia dapat terkena infeksi oleh virus yang dibawa oleh burung-burung migran dari Indonesia," katanya.
Tapi, seperti dikutip www.theaustralian.news.com.au, Jumat (10/3), Kepala Kesehatan Hewan Australia Gardner Murray menolak anggaran itu dan menyebut bahwa serangan avian influenza ke Australia sangat rendah kemungkinannya.
"Bila mana ada risiko burung migran membawa H5N1 ke Australia, risikonya sangat kecil dibandingkan negara-negara lain karena burung air... yang membawa flu burung normalnya tidak bermigrasi ke Australia," kata Dr Murray.
Menurut dia, burung pantai dan burung penjelajah yang datang dari wilayah yang terinfeksi sepertinya tidak membawa virus avian influenza.
"Meskipun burung-burung ini mengandung resiko, cara transmisi ke burung-burung domestik juga memerlukan sejumlah tahap."
Dr Murrau mengatakan, burung-burung migran perlu untuk menginfeksi burung-burung liar yang tak memiliki kandang seperti bebek dan burung air, yang juga akan memerlukan tahap untuk memasuki unggas-unggas produktif semacam ayam.(bj)
Powered by AkoComment! |