Depan arrow Topik arrow Teknologi arrow Tanpa Inovasi, MapQuest akan Sulit Hadapi Kompetitor
Tanpa Inovasi, MapQuest akan Sulit Hadapi Kompetitor Cetak E-mail
Senin, 28 November 2005
Buana Katulistiwa - MapQuest, yang mengklaim diri sebagai perusahaan Amerika pertama dalam program kartografi internet, dikhawatirkan akan sulit menghadapi kompetitor baru Google, Yahoo dan MSN dalam menggarap “ladang bisnis” yang sama.

“Jika Google adalah pencarian, maka MapQuest memetakan dan memberikan arah,” kata Greg Sterling dari The Kelsey Group, peneliti direktori elektronik dan media lokal.

“Google, Yahoo, MSN terakhir ini juga menggarap bidang yang sama,” kata Sterling seperti dilansir AP, Senin (28/11). “MapQuest dalam bahaya jika mereka tidak melakukan inovasi.”

Dari semua orang mengunjungi situs mapping, 71 persen mengunjungi Mapquest.com pada September tahun lalu, sesuai data comScore Media Metrix. Yahoo Inc hanya dikunjungi 32 persen, juga untuk tahun yang sama, pendatang baru Google dikunjungi 25 persen. Lainnya adalah diberikan kepada situs lain.

“Kami memimpin pasar ini tentu ada alasannya,” kata Tommy McGloin, General Manager MapQuest. “Kami memberikan banyak hal dan perhatian untuk keinginan orang-orang.”

Segera dengan internet dan teknologi nirkabel memulai kompetisi yang cepat, perkawinan mapping dan online search mendorong besarnya tantangan aplikasi baru yang menarik.

Pada saat jumlah pengguna internet di AS naik 7 persen tahun lalu, jumlah pengguna yang mengunjungi situs pemetaan melonjak 33 persen hingga menjadi 51,3 juta, sesuai dengan data comScore.

Setelah badai Katrina, pejabat Astrodom Houston memakai MapQuest, perusahaan milik American Online sejak tahun 2000 ini, untuk menolong korban-korban yang selamat untuk menemukan jalan seputar kota. MapQuest juga menyediakan aplikasi bagi hewan peliharaan yang selamat dengan alamat dogdetective.com, untuk memetakan lokasi binatang dan bekerja dengan floodsource.com untuk membantu orang-orang mengetahui cuaca di tempat tinggal mereka yang ada di wilayah banjir.

Tapi ketika Jonathan Mendez, 24, seorang ahli teknik software ingin membantu penduduk yang terkena dalam pak Katrina, dia mengaku menggunakan peta-peta dan foto satelit dari Google. Dia dan teman-temannya membuat situs scipionus.com.

MapQuest pernah sekali memasukkan citra satelit, tapi kemudian membuangnya setelah pejabatnya menyebtu itu menyebangkan namun tidak berguna.

Keputusan ini ditantang oleh produk tampilan “mata satelit” yang diperkenalkan tahun ini pada Virtual Earth dan Google Earth.

MapQuest mengklaim mereka meberikan arah terbaik karena pengalaman mereka: pengetahunan bagaimana menampilkan informasi yang berguna tanpa membingungkan pengguna melalui pemberian terbaik.(ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com