|
Buana Katulistiwa - Kisah mengenai kekejaman seringkali tersembunyi dari orang banyak. Tapi, bagaimanapun teknologi geospasial lambat laun menyentuh aspek ini, untuk dapat menemukan lokasi kuburan massal di berbagai negara.
Kenyataannya, teknologi ini telah dapat menemukan lokasi kuburan massal di seluruh dunia, Kejadian dari Bosnia dan Herzegovina, Irak dan Kamboja dapat dilihat dimana citra satelit, GIS, GPS telah memberikan kontribusi yang patut dipuji untuk tujuan ini.
Para ahli internasional dalam bidang citra satelit, geologi, arkeologi forensik telah menyelesaikan sebuah penelitian di Bosnia untuk menginvestigasi metode baru lokasi dan pemetaan kuburan massal.
Pakar dari Britain's University of Birmingham dan Applied Analysis Incorporated, sebuah perusahaan swasta Amerika Serikat (AS) yang mengkhususkan diri pada proses citra satelit, menjadi bagian dari proyek multidisiplin yang diorganisir the International Commission on Missing Persons (ICMP) yang berpusat di Sarajevo.
ICMP berdiri setelah perang Bosnia 1992-1995 untuk membantu menemukan puluhan dari ribuan orang yang hilang setelah konflik yang melanda bekas Yugoslavia pada tahun 1990-an. Kebanyakan kuburan massal ditemukan demikian jauh telah dilokasikan dengan berdasarkan informasi yang diberikan para korban yang selamat dan saksi-saksi lainnya.
Kini, para ahli mencoba untuk menggunakan citra satelit dan analisis spektrum, yang memperlihatkan perubahan komposisi permukaan, untuk melokasikan kuburan massal. Bagian dari metoda ini terakhir kali digunakan untuk melokasikan kuburan massal di Irak, namun ICMP mencari berbagai improvisasi dan memperluas teknik termasuk analisis tanaman dan begetasi, pengujian konduktivitas permukaan tanah dan komputer analisis pemetaan.
Menurut sumber www.gisdevelopment.net , para investigator dibiayai ICMP telah menganalissi citra satelit yang membawa tim untuk mendeteksi sekitarnya. Kemudian mereka mengirimkan tim lapangan yang melakukan pengujian variasi konduktivitas listrik dalam permukaan tanah, yang mengindikasikan dimana tubuh dimakamkan.
Kuburan massal di Mahaweel Irak, dengan lebih dari 3.100 set sisa-sisa, merupakan yang terbesar dari 270 lokasi di seluruh Irak. Mereka telah menaikkan 300.000 mayat; beberapa partai politik Irak memperkirakan ada lebih dari 1 juta. Beberapa kuburan massa di Irak telah berhasil diidentifikasi dengan citra satelit.
Pusat Dokumentasi Kamboja telah melakukan proyek pemetaan dari tahun 1995-2004. Ini merupakan proyek 10 tahun termasuk menemukan dan memetakan kuburan massal, mantan penjara Kamboja Demokratik, dan meorial pembunuhan massal yang terjadi di serbagai tempat di negara ini. Tim pemetaan juga memetakan tempat-tempat kuburan massal terbaru dengan GPS dan menampilkan data dalam peta-peta digital dengan menggunakan GIS.
GPS telah digunakan untuk memetakan kuburan massal dan tempat-tempat kekerasan lain di Kamboja. Dengan menggunakan perlenglapan GPS yang dibawa dari University of New South Wales, pekerjaan ini akan disampaikan kepada Cambodian Genocide Program (CGP) untuk pengumpulan data kekerasan yang dilakukan oleh Khmer Rouge antara 1975 dan 1979, dengan herapan menjadi data yang juga berguna bagi pengadilan.
Data geografis telah dikaitkan dengan GIS. Peralatan GPS dibuat untuk kondisi yang tahan hujan, debu. Data diterjemahkan dengan program ArcView untuk memproduksi peta-peta pembunuhan massal yang terjadi di bagian timur dan selatan provinsi Kamboja. yang sangat bernilai artinya.(bj) Powered by AkoComment! |