Depan arrow Info GIS arrow Pergeseran Paradigma Geospasial?
Pergeseran Paradigma Geospasial? Cetak E-mail
Kamis, 08 September 2005
Buana Katulistiwa- Saat ini betapa seringnya kita mendengar “pergeseran paradigma” sering terdengar digunakan ketika membicarakan perkembangan pemetaan yang dilakukan oleh Google, Microsoft dan Yahoo. Apakah hal ini merupakan pertanda telah terjadi pergeseran paradigma dalam industri geospasial?

Pertanyaan ini diajukan oleh Carl Reed, Chief Technology Officer and Executive Director Specification Program, OGC, yang dikutip www.giscafe.com, 6 September 2005 lalu.

Dia mempertanyakan karena menurutnya apa yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan itu tidak lebih dari kegunaan aplikasi berbasis web yang sudah ada sejak 1990-an, yaitu penyediaan akses lebih mudah ke isi, gampang dalam penggunaan APIs “open” dan kemudahan hubungan yang “cool” , yang kesemuanya dipadukan dengan model advertising bisnis.

“Lalu apa itu pergeseran paradigma?” tanya dia. Paradigma adalah model atau contoh. Kasus paradigma merupakan kasus yang tipikal atau arsitipal. Pergeseran paradigma merupakan perpindahan dari satu paradigma ke paradigma yang lain.

Ia lantas mengutip TS Kuhn. Dalam bukunya “Structure of Scientific Revolutions” (1962), Kuhn menggunakan terminologi “paradigma” sebagai acuan bagi framework konseptual atau pandangan komunitas saintis. Kuhn yakin bahwa selama periode “sains normal”, saintis bekerja di dalam paradigma yang sama. Kerja dan komunikasi keilmuan berproses secara relatif dengan lamban, sampai kemudian didapat suatu model atau teori baru yang diusulkan. Ilmuwan berhadapan dengan pemahaman tradisional dan menolak asumsi lama dan menggantikannya dengan yang baru.

GIS digital dan teknologi geospasial telah ada sejak pertengahan 1960-an. Sejak itu terlihat perubahan yang berdampak besar pada pemanfaatan teknologi geospasial; dari main frame ke minis, minis ke PC, PC ke mobile devices, batch ke interactive, command line ke GUI, proprietary databases ke commercial databases, dan terakhir ini dampak dari standard, internet dan Open Source.

“Semua pergeseran teknologi ini telah mengurangi biaya pemakaian teknologi geospasial, meningkatkan jumlah pengguna, dan membawa apa yang kita lakukan makin dan makin banyak ke dalam arus utama. Namun sejauh ini, menyangkut teori dan model yang mendasarinya tetaplah sama,” kata dia.

Dasar ilmu dan model berkaitan dengan geodesi, fotogrametri, topologi, polygon overlay, routing, dan lainnya masih belum banyak berubah sejak 1960-an. Apa yang berubah adalah algoritma dan teknologi yang digunakan untuk kemampuan implementasinya.

Jika seseorang mengabaikan perhatian pada media seperti Google, Microsoft dan Yahoo, dan jika seseorang bertanya, “Teknologi dasar apa yang bisa merekatkan bersama atau dapatkah sumber lain berdampak pada industri kami”, maka jawabannya adalah “Standard!”. Standard menghasilkan inovasi dan kompetisi.

“Jadi, sekali lagi, pertanyaannya adalah adakah kita pada masa pergeseran paradigma teknologi? Tidak! Kuncinya adalah komunitas GIS tradisional dan komunitas baru virtual internet mapping community, dua kelompok yang tidak dapat hidup dalam dunia berbeda. Apa yang kita lihat sekarang adalah langkah evolusi berikutnya dalam disiplin ilmu kita.

“Bagaimanapun, kita mungkin sedang berada pada pertengahan pergeseran paradigma model bisnis,” sambung dia. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com