Depan arrow Info GIS arrow Pasar GIS China, Dapatkah Naga Itu Dijinakkan?
Pasar GIS China, Dapatkah Naga Itu Dijinakkan? Cetak E-mail
Selasa, 17 Mei 2005

Buana Katulistiwa- Asia Pasifik hingga kini tetap menjadi misteri bagi penyedia perangkat lunak GIS barat. Dengan kegigihan Pemerintah China untuk mempromosikan provider perangkat lunak GIS lokal, dengan maksud melindungi informasi geografis nasional mereka, akan mampukah Naga ini dijinakkan oleh pemasar barat?

Dengan ekspansi geografis dan penduduk yang sangat besar, 1,3 miliar jiwa, China menjadi pasar utama perangkat lunak GIS di wilayah ini. Dengan sejarah kartografi yang panjang dalam pemetaan sejarah politik China, penyedia perangkat lunak barat dapat bersabar untuk memasuki pasar yang potensial ini.

Mengacu kepada potongan kisah sejarah China, dinasti Han, menggambarkan suatu peta digunakan untuk merahasiakan suatu pedang yang diharapkan untuk membunuh kaisar Qin yang pertama, Shi Huangdi pada 227 Sebelum Masehi. Setelah pembunuhan yang gagal ini, yang dilakukan oleh orang asing, ribuan tahun kemudian, Pemerintah China kembali mencurigai penggunaan geographical information oleh perusahaan-perusahaan barat. Mereka giat mendukung pemain pasar lokal untuk memetakan data mereka.

Image

GIS di China kebanyakan digunakan pada sektor publik. Pengguna utama adalah Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya. Lembaga itu bertanggung jawab untuk pencegahan dan manajemen bencana, seperti otoritas perlindungan lingkungan, kesehatan dan keamanan publik adalah badan yang dialokasikan menggunakan kebanyakan anggaran untuk membelanjakan teknologi jenis ini.

Berdasarkan sumber ictspaghetti.com dalam lima hingga 10 tahun Pemerintah China merencanakan untuk mengimplementasikan jumlah proyek infrastruktur nasional yang menjadi pasar potensial GIS. Pemerintah merencanakan untuk membangun informasi geospasial digital, yang dibangun sebagai data pertanahan multi sekala yang diupade setiap tahun. Sekala yang digunakan adalah nasional, provinsi dan tingkat kotamadya.

Jumlah kota di China akan meningkat dalam tahun-tahun ke depan, dan informasi pemetaan untuk masing-masing kota baru ini akan menjadi didigitalkan. Investasi untuk program digitasi di kota-kota China telah siap dalam sekala yang besar; sepanjang sembilan tahun periode perencanaan pada 70 kota besar di China, menginvestasikan proyek senilai 8 miliar RMB (966,6 juta dolar AS). Investasi ini akan segera mencapai 100 miliar RMB (12,1 miliar dolar AS) untuk lebih dari 200 kota besar untuk proyek digitasi.

Kebanyakan pemain lokal dalam pasar GIS China berasal dari universitas semacam GeoStar, yang memiliki platform pengembangan GIS sendiri. Zhondysoft adalah terkonologi inti lain yang didukung oleh Universitas Geografi China (China Geography University). SuperMap adalah provider perangkat lunak GIS di China dan memiliki cabang di Hongkong dan Tokyo.

Sebenarnya pemain internasional juga diperkenalkan pada pasar GIS China. Autodesk memiliki kantor di Beijing, Guanzhou dan Shanghai, dan dengan tim manajemen lokal yang memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah. Autodesk telah mengalami sukses di Beijing, dimana administrator kota mengandalkan aplikasi Autodesk Map-based GIS untuk menangani lalu lintas kota.

ESRI, yang juga mulai memasuki pasar Jepang, mendirikan kantornya di China pada tahun 1998. Platform mereka secara luas digunakan untuk perencanaan kota dan kewilayahan, transportasi, proteksi lingkungan dan survey.

Satu dari isu utama bagi penyalur software barat di wilayah ini adalah mengenai pelanggaran lisensi software. Sambutan lokal menjadi sangat penting dan penyalur perangkat lunak memasuki pasar disarankan untuk bekerja dengan partner lokal. Sejak 1996, Pemerintah China aktif memperkenalkan penyalur perangkat lunak untuk maksud melindungi informasi geografis nasional.

Halangan untuk masuk dapat dicegah dengan memilih mitra lokal yang memiliki keahlian dan sekaligus kontak dengan pemerintah mendirikan badan semacam institut disain. Keuntungan bisnis, spesialis penelitian pasar, pemasaran dan pengoperasian konsultasi manajemen terapan pada bidang IT, telekomunikasi dan sektor komunikasi digital, belum lama ini telah menyelesaikan proyek penelitian dengan pasar GIS China. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com