Buana Katulistiwa - Environmental Systems Research Institute (ESRI) dan International City/County Management Association (ICMA) mengeluarkan buku berisi panduan untuk pemerintah daerah/lokal pada September ini.
Dengan judul "The GIS Guide for Local Government Officials", buku ini banyak memberikan usulan beberapa pendekatan praktis untuk pemanfaatan teknologi GIS dalam kegiatan suatu kota atau wilayah.
Resensi dari http://bookstore.icma.org mengatakan buku ini menjelaskan bagaimana GIS bisa menjadi solusi dalam membantu kegiatan-kegiatan di daerah, mengingat keterbatasan dana dan kemampuan pemerintah daerah dalam kaitan penanganan informasi pada kegiatan yang berbasis ruang.
Buku ini mencoba membantu penggunaan aplikasi GIS untuk membantu kegiatan di daerah seperti; dalam kaitan dengan pemanfaatan SDA, pajak dan perencanaan lain.
Tentu saja kasus yang diberikan diambil dari kegiatan yang dilakukan di Amerika Serikat, dengan mengambil contoh kegiatan yang berhasil menggunakan GIS untuk tujuan tertentu seperti; monitoring badai di Hawai, perbaikan saluran di Canada, dll.
Dari sisi non non teknis buku ini juga menggambarkan bagaimana merencanakan pendanaan serta implementasi kegiatan GIS untuk pemerintah lokal dan hal-hal yang berkaitan dengan GIS serta perkembangan GIS di masa depan.
Buku ini merupakan hasil kompilasi dari enam penulis yang semuanya merupakan ahli yang berpengalaman dalam kajian GIS untuk pemerintah daerah (local government) dan ahli dalam GIS perkotaan. Ditambah dengan Cory Fleming, editor buku ini, yang merupakan senior project manager ICMA di Washington, D.C.
Tampaknya buku ini bisa jadi bahan juga untuk Bappeda yang ada di Indonesia, meskipun kajiannya mengacu pada pengalaman di Amerika Serikat, tapi paling tidak, bisa diambil hal-hal tertentu sesuai dengan kebutuhan dan agenda lokal di tingkat propinsi atau kabupaten di Indonesia. (nd) Powered by AkoComment! |