Depan
|
Apa hubungan antara makanan dengan GIS? |
|
|
|
Rabu, 01 Agustus 2007 |
|
Kalau di Kanada sana, sebuah perusaaan GIS bernama DMTI Spatial, yang merupakan penyedia lokasi layanan analisis usaha telah bekerjasama dengan jaringan restoran St-Hubert Bar-B-Q Ltdyang berbasis di Quebec, untuk mengkoordinasikan dan mengatur layanan pesanan makanan di untuk jaringan restoran yang jumlahnya 100 dan berlokasi di Quebec, Ontario dan New Brunswick.
Setiap tahun restoran ini menerima sekitar 2 juta panggilan pemesanan. Dengan menggunakan DMTI’s CanMap Street Files digabungkan dengan kode pos yang sudah diolah dengan menggunakan ArcGIS Server dan ArcGIS Desktop, agent pengelola layanan lokasi di St-Hubert’s call center dapat mengetahui posisi pelanggan dan dengan cepatnya bisa mengirim pesanan ke tempat tinggal si pesan dari restoran terdekat.
Prosesnya bisa digambarkan; pertama kali pelanggan menghubungi call center; call center akan mencata nama alamat serta nomor telepon; kemudian nama ini akan dimasukan ke database sekaligus sistem yang mencari serta menentukan lokasi jaringan restoran terdekat untuk memenuhi pesanan; Pada tahap selanjutnya pemesan cukup menyebutkan nama dan nomor telepon makan secara lebih cepat pesanan bisa diantar. Jika ternyata pelanggan tidak memiliki alamat yang pasti, maka dapat juga dengan menggunakan alamat publik seperti rumah sakit, mall, tempat parkir, taman, dsb.
Sistem ini di Jakarta mirip dengan yang digunakan oleh satu perusahaan Taxi terkenal. Dengan cara yang sama perusahaan taxi akan mengkontak via radio, taksi terdekat untuk menjemput pellangan. Sayangnya dengan keterbatasan data spatial seringkali taksi datang terlambat sekali. Sistem geocoding di Kanada memungkinkan setiap wilayah terdeteksi secara lebih cepat. Itulah pentingya data spatial, bukan cuma jadi hiasan dinding.
Source : http://www.dmtispatial.com
Powered by AkoComment! |
Email Gratis @geografiana.com
Dapatkan email gratis namaanda @ Geografiana.com dengan semua fasilitas Google Mail (GMail):
- Alamat email yang unik dan eksklusif namaanda @ Geografiana.com
- Kapasitas penyimpanan 5 GB
- Tanpa iklan popup/banner
- Pengaturan email menurut percakapan
- Akses lewat POP3 untuk menghemat biaya telepon/bandwidth
- Akses web dari mana saja di gmail.geografiana.com
Hubungi
Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini
untuk mendapatkan alamat email ini.
Resensi Buku
Sub judul: Surveillance Technologies and the Future of Privacy
Penulis : Mark Monmonier
Paperback : 250 halaman
Penerbit : University of Chicago Press, 2002
Bahasa : English
ISBN : 0226534278
Ukuran: 8,3 x 5,5 x 0,7 inci |
|
Judul : Manajemen Kota; Perspektif Spasial
Penulis : Hadi Sabari Yunus
Paperback: 460 halaman
Penerbit : Pustaka Pelajar, Cetakan I, Sept. 2005
Bahasa : Bahasa Indonesia
ISBN : 979-3721-87-1
Ukuran : 21,2 x 14,4 x 2,3 cm |
|
Kolom
Macet... macet... belakangan ini lagi naik daun, meskipun merupakan berita "basi" di Jakarta sampai anekdot sinis seperti "kalau ngak macet bukan Jakarta!!" atau "tinggal di Jakarta brarti tua dijalan"... Saya tidak akan menulis semua keluhan kemacetan karena listnya akan panjang sekali, tetapi mencoba melihat kontribusi aplikasi geografi sebagai basic pengetahuan saya.
|
Bukan sesuatu yang aneh jika pembaca merasa asing dengan istilah forensic cadaster dalam judul tulisan ini. Istilah ini memang bukan istilah populer dan sepengetahuan penulis, istilah ini belum pernah dikemukakan secara formal di manapun di dunia (jika ternyata telah ada, tentulah ini keteledoran penelusuran pustaka dan sama sekali bukan tindak plagiat). |
|
Tamu Terbaru
awan duh, aku baru tahu kalo ada situs geografi yang bagus bgt. mungkin aku telat tapi sumpah bagus banget buat mahasiswa yang kuliah di geografi. Lanjutkan |
Komentar Terbaru
|
|
Cuaca
Jakarta, Indonesia
|
|
Suhu: N/A°C |
| Kelemb: N/A% |
| Bar: N/A mb |
|
|
|
|
|