|
Buana Katulistiwa ? Masih ingat berita tentang Bom Tentena? Kasus Ambalat? Sulit menemukan daerah yang ditampilkan dalam berita? Berita yang bersifat geografi mungkin penyelesaiannya.
Tanpa bermaksud mengagungkan ilmu geografi, apalagi mempromosikan situs ini, kecenderungan berita di masa depan mengarah pada berita yang menampilkan informasi geografis didalamnya.
Penggunaan informasi geografis pada berita di koran atau website, dapat membantu pembaca untuk memahami dimana lokasi kejadian berlangsung. Selain itu, dalam menyampaikan suatu data, peta lebih mudah dimengerti dibanding rangkaian tabel yang dilampirkan.
Menurut pengamatan Buana Katulistiwa, media di Indonesia yang mulai peka akan hal ini adalah Harian Kompas. Kompas acap kali menampilan berita yang dilengkapi dengan peta. Meski kaidah kartografi sedikit diabaikan, peta yang ditampilkan cukup informatif.
Tak hanya sebatas peta, kebutuhan untuk mendapatkan lokasi absolut suatu kejadian terus meningkat. Google, sebuah situs pencarian, setelah sukses meluncurkan GoogleMaps, kini mencoba meningkatkan informasi geografis didalam beritanya.
Seperti dilansir dari www.siliconvalleywatcher.com, Google berencana menggunakan truk dilengkapi kamera digital dan laser untuk membangun 3D konstruksi Kota San Francisco dan kota lainnya di Amerika. Truk itu akan memfoto seluruh jalan yang dilewati.
Dengan demikian, mereka memiliki informasi tempat dimana suatu kejadian berlangsung.Bagusnya, google memperbolehkan pihak lain menggunakan informasi tersebut.
Salah satu situs yang menggunakan GoogleMaps adalah www.floridasexualpredator.com, mereka menggunakannya untuk menampilkan persebaran kejadian kriminal seksual. Bila anda klik pada tanda balon di dalam peta tersebut, akan muncul data pelaku kejahatan di sana.
Sayang, Google baru dapat menampilkan wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Untuk Indonesia, ada yang berminat membangunnya? (dp) Powered by AkoComment! |