Depan arrow Info GIS arrow Bagaimana Dapat Memperbaiki Dunia Jika Tak Dapat Membaca Peta
Bagaimana Dapat Memperbaiki Dunia Jika Tak Dapat Membaca Peta Cetak E-mail
Rabu, 10 Agustus 2005
Buana Katulistiwa - Kata-kata yang menjadi judul tulisan ini adalah judul tulisan David J Smith dalam tinjauan buku dalam csmonitor.com awal Agustus ini. Ia sedang mengulas buku baru tulisan Harm de Blij, terbitan Oxford University Press, “Why Geography matters: Three Challenges Facing America”.

David J Smitd, yang adalah penulis buku “If The World Were a Village” dan “'Mapping The World By Heart”, menyusun catatan-catatan yang mengagumi Harm de Blij yang ia sebut sebagai “penulis yang kuat dan dalam”.

Sebenarnya, begitu David, buku de Blij ini bukanlah buku akademis atau buku teknis mengenai geografi. Ini merupakan buku yang sangat memudahkan bagi para pembaca untuk memahami beberapa konsep dasar geografi, dan bagi siapa yang mau memahami mengenai pemimpin dunia.

Namun, ini juga penting bagi para pendidik seluruh Amerika Serikat untuk membenahi studi geografi ke sekolah-sekolah negeri. Perubahan iklim, terorisme dan kependudukan yang masif tidak akan dapat dipahami tanpa memiliki dasar geografi, yang dewasa ini kurang diminati oleh para pelajar Amerika.

“Pengetahuan geografi sendiri memang tidak dapat memecahkan masalah,” tulis de Blij,-sebagaimana dikutip David, “Tapi masalah-masalah itu tidak akan dapat didekati secara efektif tanpa geografi.” De Blij adalah profesor dan editor pada National Geography Society, AS.

Memberikan contoh untuk memperkuat argumentasinya mengenai kepentingan geografi, de Blij menunjuk kasus yang paling dekat, yaitu invasi Amerika ke Irak, dan konsekuensi yang terjadi akibat jurang pemisah yang dalam dalam pengetahuan geografi bagi para pejabat dan pengambil keputusan di AS.

Dalam bukunya de Blij menulis, “Invasi ke Irak mengubah geografi politik dan budaya dari terorisme…yang mengerahkan ribuan pejuang di sekitar Osama bin Laden, akibat salah perhitungan dari pemahaman geografi politik dan budaya yang lebih baik”.

De Blij memulai bukunya dengan dua bab yang menjelaskan secara umum kepentingan geografi dan dalam dasar peta dan kartografi. Dia kemudian berpindah pada apa yang dia sebut sebagai “Tiga Tantangan yang Dihadapi Amerika”, yaitu perubahan iklim, kebangkitan China dan terorisme global.

Dia memberi penjelaskn dalam tiga atau empat bab untuk masing-masing topik itu dan semacam ensiklopedia komprehensif yang dibahas dengan perspektif sejarah, kini, dan kemungkinan arah di masa datang.

Perspektif sejarah perubahan iklim dia mulai sejak 4,6 juta tahun lalu. Dan dia membawa semua ke pada penelitian situasi terkini. Pada satu poin dia mendiskusikan lingkaran perubahan iklim dan memberikan catatan menyangkut kejadian masa datang akibat perubahan iklim, sepertinya akan berdampak lebih kuat akibat dampak dari aktivitas manusia dan atmosfir global.

Dia tidak meninggalkan isu kritis akibat kepadatan penduduk. “Ketika tiba saatnya memetakan penduduk dunia, adalah baik untuk mengingat bahwa tidak ada peta tunggal dapat digunakan untuk menggambarkan situasi kompleksitas kependudukan itu."

Bab mengenai China dimulai dengan sejarah peradaban, geopolitik dan perbatasan, yang membawa kepada judul “Peradaban Global- Mesh or Clash”. Dia menyakini tantangan geografi China akan berlanjut melebihi negara-negara lain, dan dia melihat “Peta Modern Dinasti China.” Dan dia mengatakan, “Jangan lakukan kesalahan: China akan memasuki masa dinasti modern”.

Seksi terakhir, terorisme global, termasuk pencarian menghadapi perubahan Islam, dan potensi bahaya bagi AS. De Blij tidak berakhir dengan terorisme tapi dengan pemandangan tiga kenyataan yang sedang berkembang dan berubah: Uni Eropa, Rusia dan Afrika.

Pada bagian penutup dia mengakhiri dengan sebuah analisis yang bijaksana atas dampak dari superpower terbesar (dan satu-satunya) bagi AS, membantu dan membawa harapan yang luas, namun juga akan mengasingkan sebagian besar dunia, atas tindakan AS yang suka menguasai dan secara sepihak melalui tindakan unilateral dan aksi penguasaan, yang mana banyak dari pasukannya tidak setuju”. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com