|
Buana Katulistiwa- Kebanyakan terumbu karang Samudera Hindia yang telah diserang tsunami 24 Desember terhindar dari kerusakan serius, namun pemulihan penuh terhadap mereka dapat dihalangi oleh manusia, begitu peringatan World Conservation Union (WCU).
Seperti diberitakan AFP, Kamis (16/3), sejumlah kecil kerusakan karang memerlukan dua dekade atau lebih untuk mengembalikannya, namun beberapa terumbu karang tertentu mungkin tidak bisa dipulihkan kembali, kata WCU dan Global Coral Reef Monitoring Network dalam sebuah laporan bersama.
Tapi, menurut mereka, kebanyakan terumbu karang akibat tsunami dapat pulih dalam lima hingga 10 tahun, bila kerusakan akibat aktivitas manusia dapat dikurangi.
"Aktivitas manusia itu termasuk penangkapan ikan yang berlebihan, penggundulan hutan dan perubahan iklim," kata Clive Wilkinson, seorang ahli dari Australian Institute of Marine Science, dan salah seorang editor laporan tersebut.
Bencana tsunami, berkekuatan 9,3 Skara Richter, 24 Desember 2004, telah menewaskan sekitar 220.000 jiwa di 11 negara di lingkar Samudera Hindia. Bencana ini juga telah menimbulkan kerusakan ekonomi yang serius di berbagai negara, terutama Indonesia.
Bagaimanapun, laporan itu menyebut, dampak fisik pada terumbu karang di Samudera Hindia, tidaklah sama, tergantung pada berbagai faktor, termasuk jarak negara dari tsunami dan kondisi awal terumbu karang.(bj)
Powered by AkoComment! |