|
Buana Katulistiwa- Otoritas lingkungan Taiwan mengatakan, pihaknya akan melakukan pembersihan ribuan ton komputer yang tertimbun secara ilegal di sepanjang sungai dan menempatkan barang-barang itu di museum.
Di luar biaya penimbunan, Kantor Perlindungan Lingkungan Taiwan menganggarkan T$55 juta (1,67 juta dolar AS) bagi kontraktor untuk memindahkan lembaran sirkuit komputer yang berusia dua dekade dari tempat penimbunan sekitar 5 km memanjang Sungai Erjen, Kaohsiung, Taiwan barat daya, kata Lu Hong-guang, direktur unit perlindungan kualitas air EPA.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (25/8), industri teknologi tinggi (hi-tech) Taiwan mengalami perkembangan pesat selama lebih dari 20 tahun lalu menyusul meningkatnya permintaan global akan komputer dan suku cadangnya. Pengapalan monitor, motherboard dan perangkat keras lainnya ke pasar luar negeri mencapai 67,24 miliar dolar AS tahun 2004, begitu data statistik pemerintah.
Dalam kasus lain, perusahaan-perusahaan mengimpor komputer ke Taiwan untuk tujuan penggunaan ulang telah membuang berbagai komponen secara ilegal ke sungai.
Lu mengatakan upaya ini memerlukan waktu bagi regulasi lingkungan untuk mencegahnya lebih kuat. Menurut dia, langkah menemukan tempat pembuangan ilegal ke sungai ini sudah sangat terlambat. Sampah-sampah tersebut telah mengkontaminasi kehidupan lokal.
"Ada banyak ikan di sungai, tapi anda tidak bisa memakannya," kata Lu. Selain itu juga tidak ada seorang pun yang berani berenang di sungai tersebut.
Pejabat mengetahui isu Sungai Erjen selama bertahun-tahun, kata Lin Hsen-cheng, dari Partai Hijau Taiwan. Dia menyebut pejabat pemerintah harus melakukan pembersihan secapatnya.(bj)
Powered by AkoComment! |