|
Buana Katulistiwa- Melokasikan "gempa-gempa bisu" (silent earthquakes) kemungkinan dapat membantu para ilmuwan untuk memprediksikan lebih baik kemungkinan guncangan-guncangan lainnya, kata seorang profesor Stanford University, AS, Kamis (6/7).
"Silent quakes" may signal big temblors: study Wed Jul "Gempa-gempa bisu" - peristiwa pergerakan lambat yang dapat dideteksi melalui satelit namun sulit terdeteksi di permukaan bumi karena tidak menunjukkan gelombang guncangan - muncul membangun tekanan pada zona patahan, memberikan kontribusi magnitudo lemah- dua dan tiga, kata Paul Segall, ahli geofisik Stanford.
Seperti dilansir Reuters, dia kemudian menyebut bahwa melokasikan gempa-gempa bisu itu dapat membantu pemahaman terbaik sekecil apa aktivitas getaran yang terbangun dan juga dapat membantu ilmuwan mengetahui kemungkinan ukuran seperti apa gempa besar berikutnya. Hal ini mengacu kepada temuan yang dihasilkan tim peneliti mereka yang telah dipublikasikan, Kamis, pada jurnal Nature.
Data dari "gempa-gempa bisu" dapat membantu ilmuwan mengembangkan besaran tekanan pada bagian zona patahan, kata Segall.
"Setiap kali Anda menemukan gempa bisu, berarti Anda sedikit telah menggangu sistem, menekannya sedikit lagi," katanya. "Jika kita dapat melihat peningkatan angka gempa-gempa kecil maka kita dapat mengkalibrasi ukurannya."
"Hal itu potensial menjadi jalan membuat prediksi keungkinan bagi gempa yang lebih besar. Kami dapat mengatakan bahwa selama periode beberapa pekan memungkinannya lebih tinggal... dan diharapkan dapat menghasilkan sejumlah kemungkinan."
Seismolog mengestimasi sejumlah gempa menyerang Jepang setiap 200 tahun dan wilayah Barat Laut Pasifik AS setiap 500 tahun. Ilmuwan pada lebih dari enam tahun lalu menemukan Jepang Barat Daya dan bagian dari Barat Laut Pasifik memiliki pengalaman aktivitas gempa bisu, kata Segall.
"Adalah mungkin setiap waktu mengalami peristiwa yang lambat, dan begitu kita memperoleh lebih lanjut dalam lingkaran, atau lebih dekat dan lebih dekat kepada gempa berikutnya yang besar, peristiwa yang lemban dapat mengawali yang lebih besar, karena area tersebut bertumbuh semakin luas," kata Segall.(bj)
Powered by AkoComment! |