Buana Katulistiwa - Badai siklon Clare yang akan menyerang pantai barat laut Australia telah memaksa penghentian produksi perusahaan pertambangan minyak dan gas serta pengapalan besi dari area yang kaya di sana sebagai antisipasi dari serangan badai itu.
Sumber Dow Jones dari Melbourne, Senin (9/1), menyebutkan BHP Biliton, Chevron Corp dan Santos Ltd telah menutup lokasi penambangan onshore maupun offshore mereka di wilayah Pilbara, bagian dari negara bagian Australia Barat begitu badai siklon Clare mendekati daerah ini.
"Angin yang sangat menghancurkan sepertinya akan menghampiri sepanjang pantai Pilbara sore ini atau sepanjang malam nanti, dan jika intensif kemungkinan bisa mencapai 240 km per jam,? kata biro cuaca Australia, Senin (9/1).
Biro ini menyebut badai siklon Clare kemungkinan berkategori empat, kekuatan yang sama dengan Siklon Tracy, yang sebelumnya menghantam kota bagian utara Australia, Darwin pada tahun 1974.
Calre dideteksi 140 km per jam utara pantai kota Karratha pada pukul 05.00 GMT atau pukul 1 malam waktu lokal, bergerak selatan-barat 18 km per jam, kata biro ini.
Siklon kategori tiga menghasilkan angin antara 170 dan 240 km per jam dan dapat menimbulkan kerusakan atap dan struktur serta caravan. Siklon kategori empat dengan kekuatan angin hingga 279 km per jam menyebabkan kerusakan struktural, melenyapkan caravan dan memenuhi udara dengan bahan-bahan berbahaya.
Santos dan BHP telah memindahkan perlengkapan penambangan lepas pantai mereka dan menunda pengapalan besi dari Rio Tinto?s Dampier dan pelabuhan Cape Lambert ke lautan lepas. Chevron tengah bergerak untuk menutup produksi dan mengevakuasi pekerja "nonessensial" mereka di ladang minyak Pulau Barrow.
 sumber : www.bom.gov.au
"Sesuatu tentang siklon ini adalah pindahkan dengan cepat dan bangun dengan cepat," kata seorang juru bicara Rio Tinto. Pada tahun 2004, dalam kuartal pertama Rio Tinto mengalami kejatuhan 16 persen akibat siklon tropis.
Sementara itu, sumber seven.com.au menyebutkan, penduduk di Pilbara telah bersiap menyambut kedatangan Siklon Clare termasuk akibat yang bisa ditimbulkannya seperti banjir dan angin yang merusak dengan kekuatan 140 kph atau lebih.
Lebih dari 1.500 orang telah dievakuasi dari daerah yang rendah sepanjang pantai barat laut negara bagian ini. Selain pertambangan, juga telah diwaspadai kemungkinan dampaknya bagi pelabuhan dan bandara Karratha.
Juru Bicara State Emergency Services (SES) Neta Gill menyebut, 1.500 orang telah dipindahkan dari Karratha ke Pilbara Barat dan sekitar 60 orang pemukim di Wickham telah dipindahkan ke sekolah-sekolah lokal.
"Ini hanya antisipasi karena siklon tampaknya akan menyerang hari ini," katanya. (ss)
Powered by AkoComment! |