|
Buana Katulistiwa- Sepertiga daratan China menderita hujan asam yang disebabkan pertumbuhan industri yang sangat pesat. Hal ini mendorong para pejabat lokal memperkuat standar lingkungan, untuk menghindari dampak lebih merugikan bagi kegiatan bisnis.
Pabrik-pabrik China menghasilkan 25,5 juta ton sulfur dioksida -bahan kimia yang menyebabkan hujan asam- tahun lalu, meningkat 27 persen dari tahun 2000,kata Sheng Huaren, anggota parlemen China, seperti dikutip AP dari media lokal, Senin (29/8).
Sheng mengumumkan sebuah laporan, Sabtu yang menemukan polusi dari pabrik-pabrik dan perusahaan tambang yang meningkat 9 persen setiap tahun. Laporan ini sebagai bahan bagi pemerintah yang tahun ini berencana untuk membersihkan udara China. Laporan menyebut emisi sulfur dioksida (SO2)telah meningkat dua kali lipat dari level yang aman.
"Peningkatan emisi sulfur dioksida berarti bahwa sepertiga teritori China telah dipengaruhi hujan asam, dan akan menyebabkan kerusakan lapisan tanah dan pertahanan pangan," kata Sheng, seperti dikutip Xinhua.
Perlindungan lingkungan telah menjadi isu sangat penting di China menyusul insiden lingkungan akibat racun yang tumpah di sungai-sungai besar China beberapa waktu lalu, sehingga menyebabkan berbagai kota menghentikan sistem air mereka.
Kota-kota di China merupakan salah satu kota yang paling tercemar menyusul pertumbuhan ekonomi yang sangat berkembang dua dekade terakhir. Pemerintah menyebut bahwa seluruh sungai utama di China telah mengalami polusi berat. Jutaan orang kurang memiliki akses kepada air minum yang bersih.
Pada Minggu, pejabat lokal mengatakan bahwa sebuah tanker bermuatan 25 ton telah menyebabkan tumpahan pembuat soda ke Sungai Xuefeng di timur laut China, dan meracuni sumber air minum bagi 100.000 orang. Sati orang tewas akibat insiden ini.
Pejabat menyebut kualitas air kembali normal Minggu setelah pemerintah menimbun 10 ton hydrochloric acid ke air untuk menetralisir pembuat soda, yang juga dikenal sebagai sodium hydroxide.
Pemerintah China telah merencanakan tahun ini untuk mengurangi emisi polusi udara 10 persen hingga 2010. Beijing menganggarkan 175 miliar dolar AS bagi perlindungan lingkungan selama lima tahun ke depan, naik 60 persen dari lima tahun sebelumnya, sesuai dengan pernyataan Mao Rupai, Ketua Komisi Lingkungan Parlemen China.(bj)
Powered by AkoComment! |